Pemuda diSingkil Ubah Limbah Plastik Jadi Layangan

  • 21 Okt 2025 20:45 WIB
  •  Aceh Singkil

KBRN SINGKIL - Limbah yang pada umumnya membuat lingkungan jorok, namun sebaliknya pemuda warga Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, memanfaatkan limbah tersebut untuk diolah menjadi kerajinan tangan layang-layang.

Seperti keterangan di website Wikipedia, layang-layang, atau biasa disebut sebagai layangan atau wau, merupakan sebuah mainan tradisional yang berasal dari Indonesia. Layang-layang tertua di dunia adalah Kaghati Kolope, yang sudah ada sejak 4.000 tahun yang lalu, tepatnya di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Saat dikonfirmasi RRI, Dian menyampaikan bahwa pengolahan limbah ini bertujuan untuk mengurangi sampah dan ia juga suka bermain layangan. Namun, tak disangka hasil karyanya diminati anak-anak di sekeliling perumahan tempat ia tinggal.

"Saya tiba-tiba terpikir untuk mengolah sampah di depan rumah saya untuk dijadikan layangan. Tapi anak-anak sekitar rumah minta buatkan juga dan mereka bayar Rp15 ribu satu layang-layang," ujar Dian kepada RRI, Selasa (21/10/2025).

Lebih lanjut, saat ditanyai terkait bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan layangan tersebut, ia mengatakan hanya menggunakan limbah plastik, bambu, benang, dan anti nyamuk.

"Bahan-bahan semua yang saya pakai serba bekas. Bambu, benang, limbah plastik, dan lem untuk menyatukan plastik yang akan dibentuk layangan," tambahnya.

Dian berharap kreativitasnya dapat menginspirasi masyarakat lain untuk turut serta dalam mengurangi sampah dan melestarikan lingkungan. Selain itu, ia juga berharap dapat meningkatkan pendapatan dan kesenangan bagi anak-anak di sekitarnya melalui layang-layang yang dibuatnya.

Rekomendasi Berita