DWP Kemenag Subulussalam Prioritaskan Program Pendidikan

  • 21 Jan 2026 17:08 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Sunulussalam : Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kota Subulussalam mematangkan rencana kerja tahun 2026 melalui rapat evaluasi kinerja di Subulussalam, Rabu (21/1/2026). Fokus utama organisasi tahun ini diarahkan pada penguatan pendidikan anak usia dini dan perhatian khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Dalam evaluasi capaian tahun 2025, Bidang Pendidikan mencatat keberhasilan pelaksanaan pelatihan konten kreator dan kelas membatik. Meski demikian, rencana pendirian Raudhatul Athfal (RA) mandiri dan kelas memasak masih menjadi pekerjaan rumah yang tertunda dan akan diprioritaskan kembali pada periode mendatang.

Sebagai langkah awal tahun 2026, pengurus menjadwalkan kunjungan ke RA Ad-Darajat yang merupakan satu-satunya lembaga pendidikan setingkat TK di bawah naungan Kemenag di kota tersebut. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pembinaan langsung serta memperkuat dukungan terhadap infrastruktur pendidikan anak usia dini.

Ketua DWP Kemenag Subulussalam, Ismaidar, menegaskan bahwa peran organisasi akan diperluas untuk mendukung pendidikan yang ramah dan berkeadilan. Salah satu komitmen yang dipertegas adalah peningkatan perhatian terhadap anak-anak inklusi di seluruh wilayah Kota Subulussalam.

Sektor kemandirian ekonomi juga menunjukkan perkembangan melalui berbagai kegiatan produktif, seperti penyediaan konsumsi untuk acara kedinasan dan penyaluran paket Ramadan. Kedepan, organisasi merencanakan pembukaan kantin di lingkungan kantor sebagai upaya memperkuat kas internal secara mandiri.

Pada sisi sosial, DWP melaporkan keberhasilan aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana bagi korban bencana alam. Bantuan telah disalurkan kepada warga yang terdampak banjir di Aceh Tamiang serta anggota organisasi yang tertimpa musibah serupa di Aceh Tengah.

Ismaidar mengingatkan seluruh anggota bahwa DWP bukan sekadar menjalankan program rutin, melainkan menjadi wadah pengembangan karakter bagi istri ASN. Ia menekankan pentingnya komitmen dan kehadiran aktif anggota agar manfaat organisasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Melalui organisasi ini, kita tidak hanya menjalankan program, tetapi juga membangun karakter, mempererat silaturahmi, serta menguatkan peran kita sebagai pendamping suami dan pembina keluarga,” ujar Ismaidar.

Pertemuan ini ditutup dengan harapan agar setiap rencana pembangunan fisik maupun pemberdayaan anggota mendapat dukungan penuh dari pimpinan instansi. Solidaritas antaranggota dianggap sebagai kunci utama dalam menghadapi tantangan organisasi yang semakin dinamis di masa depan.

Rekomendasi Berita