Mahasiswa STIT-HAFAS Subulussalam Sasar Pengabdian di Aceh Singkil
- 03 Feb 2026 21:49 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri (STIT HAFAS) Subulussalam kembali menerjunkan mahasiswanya untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pada angkatan ke-VII ini, sebanyak 13 mahasiswa dikirim untuk mengabdi di kabupaten tetangga, tepatnya di Desa Lae Bangun, Kecamatan Suro Baru, Kabupaten Aceh Singkil, Selasa 3 Februari 2026.
Rombongan mahasiswa ini merupakan gabungan dari dua program studi unggulan, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Kehadiran mereka di tengah masyarakat Aceh Singkil diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, baik dalam aspek pendidikan keagamaan maupun tata kelola sosial di desa tersebut.
Program KKN ini dijadwalkan berlangsung cukup intensif hingga 14 Maret 2026 mendatang. Selama masa pengabdian, para mahasiswa didampingi oleh dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Abidah Ayu dan Hanafiah, yang bertugas memastikan seluruh program kerja mahasiswa berjalan sesuai target akademik dan kebutuhan warga lokal.
Ketua STIT HAFAS Subulussalam, Syafnial, mengungkapkan bahwa untuk tahun 2026 ini, pihaknya mengirimkan total lima kelompok KKN yang tersebar di dua wilayah berbeda. Penempatan ini dilakukan guna memperluas jangkauan syiar dan pengabdian kampus di wilayah Aceh.
"Untuk tahun 2026, ada lima kelompok yang kami kirimkan untuk KKN. Empat kelompok tersebar di berbagai titik di Kota Subulussalam, dan satu kelompok khusus kami tempatkan di Kabupaten Aceh Singkil," ujar Syafnial
Syafnial menambahkan bahwa penempatan di Kabupaten Aceh Singkil merupakan langkah strategis untuk mempererat hubungan antarwilayah melalui jalur pendidikan dan sosial. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan ilmu yang aplikatif bagi masyarakat di Desa Lae Bangun.
Ia menambahkan fokus utama para mahasiswa PAI dan MPI ini nantinya meliputi penguatan literasi Al-Qur'an, pendampingan manajemen administrasi desa, hingga pengaktifan kembali kegiatan remaja masjid. Kolaborasi antara dua disiplin ilmu tersebut diharapkan melahirkan inovasi program yang segar bagi pembangunan desa.
Melalui program ini, STIT HAFAS Subulussalam terus membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap problematika sosial. Pengalaman lapangan ini menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa sebelum nantinya benar-benar terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya.