Singkil Juara II Pekan Kreativitas Lokal Janeng
- 17 Okt 2025 15:43 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Singkil : Secara resmi Pekan Kreativitas Pangan Lokal Janeng 2025 yang mengusung tema " Gerakan Sadar Diversifikasi Pangan Lokal Aceh (Garda Pala)" Rabu (16/10/2025) ditutup, peserta dari wilayah Kabupaten Aceh Singkil meraih peringkat kedua se Provinsi Aceh.
" Di awal perdana kepemimpinan ini panganan lokal kita dari Aceh Singkil bisa meraih juara 2 se Aceh," ketua TP PKK Kabupaten Aceh Singkil Ny. Hj. Habibahtussania Safriadi, Jum'at (17/10/2025).
Menurut Ny. Hj. Habibahtussania Safriadi dengan semangat dan kerja keras tim, dapat membuktikan bahwa Kabupaten Aceh Singkil mampu bersaing untuk menampilkan masakan kuliner lokal Aceh Singkil.
Seperti kuliner lempeng janeng dan kerupuk lokan janeng. Kemudian onde onde cenil janeng, roti jalo janeng, bijo salak janeng, bijodalimo janeng berhasil diikut sertakan dalam lomba pekan kreativitas pangan lokal atau expo UMKM pangan lokal se Aceh yang digelar sejak 13 - 16 Oktober 2025 di Banda Aceh untuk menyambut hari pangan sedunia tahun 2025.
" Terimakasih atas dukungan seluruh masyarakat, serta melalui kemenangan yang kita raih ini diharapkan kedepan kuliner Pangan lokal Aceh Singkil bisa semakin jaya," tambahnya.
Selanjutnya selain kedepan Ny. Hj. Habibahtussania Safriadi berkomitmen mencari lagi lebih banyak kuliner - kuliner lokal Aceh Singkil yang akan diikutkan dalam lomba makanan B2SA oleh dinas pangan dengan mengasah kemampuan daya saing masakan di Aceh Singkil, sehingga dapat dikenal Nusantara dan nantinya bisa di kembangkan melalui UMKM, BUMDES dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang ada di Kabupaten Aceh Singkil.
Ketua TP PKK Kabupaten Aceh Singkil Ny. Hj. Habibahtussania Safriadi ini juga berencana akan membuat lomba kuliner di tingkat Kabupaten Aceh Singkil dengan menampilkan kuliner khas lokal dari seluruh masing-masing Kecamatan.
Kegiatan Pekan Kreativitas Pangan Lokal Janeng 2025 dengan menampilkan kuliner khas lokal dari masing-masing Kabupaten/Kota se Provinsi Aceh tersebut, merupakan tidak hanya sekedar kegiatan seremonial. Akan tetapi, sebuah gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal yang berdaya saing.