Menikmati Lezatnya Pelleng di Puncak Kapur Kedabuhen Subulussalam
- 07 Jan 2026 15:45 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Subulussalam : Kota Subulussalam di Aceh tidak hanya menyimpan pesona alam yang memukau, tetapi juga kekayaan kuliner legendaris yang syarat akan makna. Salah satu primadona yang wajib dicicipi adalah Pelleng, hidangan tradisional khas Suku Pakpak yang kini menjadi magnet bagi para pemburu taksu kuliner di wilayah Bumi Syekh Hamzah Fansuri tersebut, Rabu (7/1/2026).
Perjalanan sejauh tiga puluh menit dari pusat Kota Subulussalam akan membawa pengunjung menuju Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan. Di kawasan Puncak Kapur Kedabuhen, sebuah warung sederhana milik Rahman Manik.
Sekilas, tampilan Pelleng mungkin akan mengecoh mata karena warnanya yang kuning cerah menyerupai nasi kuning. Namun, saat menyentuh lidah, teksturnya yang jauh lebih lunak dengan aroma rempah yang menyengat langsung memberikan identitas pembeda yang sangat kontras dan unik.
Kekuatan rasa Pelleng terletak pada keberanian bumbunya yang terdiri dari campuran kunyit, lengkuas, bawang, cabai dan bumbu lainnya yang diolah secara presisi. Perpaduan ini menghasilkan cita rasa pedas yang hangat dan khas, meresap sempurna ke dalam bulir-bulir nasi yang telah diolah khusus tersebut.
Penyajian hidangan ini pun dilakukan dengan estetika tradisional yang menggugah selera. Di atas gundukan nasi lunak tersebut, ditaburkan topping daging ayam kampung atau rendang yang telah dicincang halus, irisan cabai segar, serta siraman kuah berbumbu kental yang memperkaya dimensi rasa.
Bagi masyarakat Suku Pakpak, Pelleng bukan sekadar pengganjal perut, melainkan simbol pemantik semangat dalam menghadapi tantangan hidup. Hidangan ini menjadi menu wajib dalam berbagai ritual penting, mulai dari persiapan ujian, mencari kerja, momen merantau, hingga secara historis digunakan sebagai bekal menuju medan perang.
Kepopuleran warung milik Rahman Manik ini pun telah melintas batas kota, menarik minat wisatawan dari luar daerah yang penasaran dengan kelezatannya. “Banyak pelanggan saya sengaja datang jauh-jauh dari luar Subulussalam hanya demi menikmati seporsi Pelleng asli di sini,” ujar Rahman Manik saat ditemui di warungnya.