Wisatawan Padati Makam Syekh Hamzah Al- Fansuri

  • 03 Jan 2026 11:37 WIB
  •  Aceh Singkil

KBRN, Singkil : Kawasan wisata religi Makam Syekh Hamzah Fansuri Kota Subulussalam, Aceh, di padati wisatawan dari berbagai daerah saat libur tahun baru 2026, Jum'at (2/1/2026).

Wisatawan datang ke Makam yang terletak di bantaran sungai Lae Soraya, di Desa Oboh, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam tersebut. Selain untuk menikmati suasana alam yang masih sejuk dan asri, juga para pengunjung terlihat berziarah ke Makam salah satu tokoh ulama yang dikenal sebagai pembawa

Juru pelihara Makam Syekh Hamzah Fansuri, Kota Subulussalam, Aceh, Khalid Ujung membenarkan lokasi wisata religi tersebut banyak dikunjungi wisatawan. Baik dari dalam maupun luar Kabupaten/Kota, bahkan wisatawan dari asing.

" Seperti wisatawan dari Malaisya, Singapura, Brunai Darussalam, Thailand, bahkan wisatawan dari Mesir, Kairo,"sebut Khalid Ujung, Jum'at (2/1/2026)

Kemudian tambah Khalid Ujung, sejarah awal Syekh Hamzah Fansuri datang dan hingga menetap berdomisili di Desa Oboh, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Aceh.

Ulama pertama kalinya yang membawa ajaran tarekat Satariyah tersebut ke wilayah Aceh, ia bersama seorang anaknya dan mertua laki - laki dan perempuan datang dari Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Kemudian, dengan alasan dan tekad ingin mencari tanah yang masih ada tertanam didalamnya nilai - nilai kejuruan. Syekh Hamzah Fansuri menyimpulkan, di Desa Oboh, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam tersebut, kala itu merupakan tanah atau lokasi yang ia cari bersama keluarganya.

" Kala itu tuan Syeikh Hamzah Fansuri bercocok tanam padi dengan bibit sebanyak 1 kaleng, setelah musim panen tiba hasil yang ia dapat bersama keluarga juga hanya 1 kaleng,"tambahnya.

Hasil amatan di sekitar lokasi wisata religi tersebut, selain Makam Syekh Fansuri juga terdapat beberapa makam - makam kuno lainnya. Seperti makam dari mertua Laki - laki dan Perempuan dari Syekh Hamzah Fansuri.

Kemudian makam sahabat - sahabat dan murid Syekh Hamzah Fansuri, serta beberapa makam atau kuburan masyarakat yang berdomisili disana pada saat itu.

Rekomendasi Berita