Subulussalam Siapkan Tahura Jadi Magnet Baru Pariwisata

  • 06 Feb 2026 22:11 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam : Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB), resmi memaparkan rencana strategis pengembangan potensi wisata unggulan daerahnya langsung di hadapan Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana. Bersama Ketua DPR Kota Subulussalam, Ade Fadly Pranata Bintang, audiensi yang berlangsung di Jakarta ini menjadi langkah krusial untuk menarik dukungan pusat dalam memajukan sektor ekowisata dan religi di Bumi Syekh Hamzah Fansuri, Jumat 6 Februari 2026.

Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah pembukaan dan penataan Taman Hutan Raya (Tahura) Kayu Kapur Lae Kombih. Wali Kota mengajukan proposal resmi bertajuk "Pembangunan Infrastruktur Tahura Lae Kombih" yang akan diintegrasikan ke dalam program Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata nasional melalui pengelolaan kawasan strategis kabupaten/kota.

Rasyid Bancin menekankan bahwa Tahura Kayu Kapur memiliki nilai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terutama keberadaan flora langka seperti pohon kapur barus yang menjadi identitas sejarah wilayah tersebut. Pengembangan ini diharapkan tidak hanya melestarikan ekosistem, tetapi juga menjadikannya magnet baru bagi wisatawan minat khusus yang mencari keaslian alam.

Selain kekayaan flora, Pemko Subulussalam juga membidik pengembangan wisata minat tantangan melalui rafting atau arung jeram di aliran Sungai Lae Kombih. Integrasi antara wisata alam dan olahraga arus deras ini dinilai mampu meningkatkan daya saing Subulussalam sebagai destinasi ekowisata unggulan di gerbang selatan Provinsi Aceh.

Tidak melupakan aspek spiritual, audiensi tersebut juga menyentuh penguatan wisata religi di makam ulama besar Syekh Hamzah Fansuri. Kombinasi antara keindahan alam dan nilai historis-religius ini diproyeksikan menjadi paket wisata komprehensif yang dapat meningkatkan durasi kunjungan wisatawan di daerah tersebut.

"Kami berharap Kemenpar memberikan dukungan penuh untuk membuka akses dan infrastruktur di Tahura Kayu Kapur serta fasilitas pendukung di Sungai Lae Kombih. Ini adalah langkah besar untuk mengangkat potensi lokal ke level nasional," ujarnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut positif inisiatif tersebut sebagai bagian dari pemerataan pariwisata nasional. Menpar menjanjikan dukungan terhadap proposal infrastruktur yang diajukan agar sejalan dengan target capaian kunjungan wisatawan nasional pada tahun 2027 mendatang.

Rekomendasi Berita