Proses Produksi Sagu Tumang Secara Tradisional

  • 06 Mar 2026 10:50 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Salah satu bentuk pengolahan sagu yang masih dipertahankan hingga kini adalah produksi sagu tumang. Tumang merupakan wadah tradisional yang digunakan untuk menampung dan mengendapkan sari pati sagu sebelum dikeringkan.

Ahmad, salah satu petani sagu mengungkapkan “Proses produksi sagu tumang dimulai dari penebangan pohon sagu yang telah cukup umur, biasanya sekitar 8–12 tahun. Batang pohon kemudian dibelah dan diparut untuk diambil bagian empulurnya. Empulur tersebut selanjutnya diperas menggunakan air untuk memisahkan pati dari ampasnya”.

”Air hasil perasan dialirkan ke dalam tumang, tempat pati sagu akan mengendap secara alami. Setelah beberapa jam, air di bagian atas dibuang, sementara endapan pati di dasar tumang diambil dan dijemur hingga kering. Hasil akhirnya berupa tepung sagu yang siap diolah menjadi berbagai makanan”, ujarnya.

Pelestarian cara produksi tradisional ini dinilai penting untuk menjaga kualitas serta cita rasa sagu khas Maluku. Selain itu, metode tersebut juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Dengan semakin meningkatnya perhatian terhadap pangan lokal, sagu kini kembali dilirik sebagai alternatif sumber karbohidrat nasional. Pemerintah daerah pun mendorong pengembangan industri sagu berbasis masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga warisan budaya Maluku tetap lestari.

Penulis : Sumiati Manilet

Rekomendasi Berita