Tradisi Baju Baru Lebaran Lebih dari Sekadar Bergaya
- 08 Mar 2026 20:57 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari. Di berbagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional, hingga platform belanja daring, hiruk-pikuk masyarakat berburu busana Lebaran sudah terasa sejak sepekan lalu. Bagi sebagian orang, memakai baju baru di hari kemenangan bukan sekadar ikut-ikutan tren, melainkan tradisi turun-temurun yang sarat makna.
Gadima (32), seorang ASN di kabupaten Seram bagian barat (SBB) termasuk salah satu pemburu pakaian Lebaran yang sejak awal Ramadan sudah mulai melirik-lirik koleksi terbaru. Menurutnya, meski zaman terus berubah, tradisi memakai baju baru saat Lebaran tetap menjadi hal yang penting dalam keluarganya.
"Iya, bagi kami membeli baju baru saat Lebaran masih menjadi tradisi yang penting. Ini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun," ujar Gadima saat ditemui di salah satu pusat perbelanjaan di Ambon, Minggu, 8 Maret 2026.
Tradisi Warisan Kakek Nenek
Gadima menceritakan, kebiasaan memakai baju baru di hari raya bukanlah hal baru dalam keluarganya. Tradisi ini sudah mengakar kuat sejak zaman orang tua bahkan kakek neneknya dahulu.
"Sudah dari zaman dulu, sebelum kita lahir pun tradisi memakai baju baru saat Lebaran sudah dilakukan oleh orang tua bahkan kakek nenek kita. Jadi ini semacam warisan budaya yang terus dijaga," jelasnya.
Ia meyakini bahwa tradisi ini bukan tanpa alasan. Ada nilai-nilai luhur yang coba diwariskan melalui kebiasaan sederhana ini.
Simbol Kesucian dan Rasa Syukur
Lebih dalam, Gadima memaknai kebiasaan memakai baju baru di hari Lebaran bukan sekadar urusan penampilan. Ada dimensi spiritual yang melekat erat.
"Makna memakai baju baru di hari Lebaran, mungkin lebih ke rasa syukur atas perjuangan sebulan penuh berpuasa. Selain itu, baju baru juga melambangkan kesucian, bersih. Seperti kita kembali fitri, kembali suci setelah Ramadan," tuturnya.
Ia menambahkan, momen mengenakan pakaian baru menjadi simbol bahwa seseorang telah meninggalkan masa lalu yang kelam dan menyambut lembaran baru dengan semangat yang lebih baik.
Wajib bagi Seluruh Keluarga
Di keluarga Gadima, tradisi baju baru Lebaran tidak hanya berlaku untuk dirinya sendiri. Seluruh anggota keluarga, mulai dari kedua orang tuanya hingga keponakan-keponakannya, selalu mendapatkan pakaian baru setiap Idul Fitri tiba.
"Iya, dalam keluarga kami memakai baju baru saat Lebaran itu sudah menjadi tradisi atau kebiasaan, sehingga setiap anggota dalam keluarga wajib menggunakan pakaian baru. Ini jadi momen yang ditunggu-tunggu, apalagi sama anak-anak kecil di rumah," ungkapnya sambil tersenyum.
Momen berburu baju baru bersama keluarga besar juga menjadi ajang mempererat kebersamaan. Gadima mengaku biasanya akan mudik lebih awal ke kampung halaman di Negeri Latu, seram bagian barat agar bisa berbelanja bareng ibu dan saudara-saudaranya.
"Kami biasanya kompak pilih model dan warna yang serasi biar pas kumpul keluarga besar di hari raya kelihatan kompak dan harmonis," tambahnya.
Perasaan yang Tak Tergantikan
Lantas, bagaimana perasaan Gadima ketika bisa mengenakan baju baru di hari raya?
"Rasanya bersyukur, bahagia, merasa lebih suci dan bersih. Ada perasaan bangga juga bisa tampil rapi dan baru di hari yang istimewa. Rasanya Lebaran kurang afdal kalau tidak pakai baju baru," tuturnya.
Meski demikian, Gadima menegaskan bahwa esensi Lebaran tetaplah kebersamaan dan saling memaafkan. Baju baru hanyalah pelengkap yang membuat momen tersebut semakin bermakna.
"Yang terpenting hati kita yang baru. Tapi kalau bajunya juga baru, alhamdulillah, tambah syukur," pungkasnya.