Cuci Muka Pakai Air Dingin vs Air Hangat
- 09 Mar 2026 12:09 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Membersihkan wajah adalah rutinitas paling dasar dalam perawatan kulit, namun suhu air yang digunakan seringkali menjadi perdebatan. Banyak yang percaya air panas efektif membuka pori-pori untuk pembersihan mendalam, sementara yang lain memuji air es karena kemampuannya menyegarkan kulit. Namun, bagi para ahli kulit, kedua ekstrem suhu ini memiliki risiko tersendiri jika tidak dilakukan dengan benar.
dr. Anita, Spesialis Kulit (Dermatologi), menjelaskan bahwa anggapan pori-pori bisa membuka dan menutup seperti pintu adalah mitos. Pori-pori tidak memiliki otot untuk melakukan itu. "Air yang terlalu panas justru akan meluruhkan minyak alami (sebum) yang berfungsi sebagai pelindung kulit, sehingga kulit menjadi kering, iritasi, dan justru memicu produksi minyak berlebih sebagai kompensasi," terangnya.
Di sisi lain, air yang terlalu dingin juga kurang efektif untuk melarutkan sisa riasan atau polusi yang menempel pada wajah. Suhu dingin memang bisa memberikan efek menyegarkan dan mengurangi sembab di pagi hari melalui penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi). Namun, air dingin saja tidak cukup kuat untuk mengangkat kotoran yang bersifat berminyak.
Suhu ideal yang direkomendasikan oleh dr. Anita adalah air suam-suam kuku atau lukewarm water. Suhu ini cukup hangat untuk membantu sabun pembersih bekerja maksimal dalam mengangkat kotoran, namun tetap cukup lembut sehingga tidak merusak skin barrier. Air suam-suam kuku adalah titik tengah terbaik untuk semua jenis kulit, baik itu berminyak, kering, maupun sensitif.
Untuk mendapatkan manfaat dari kedua suhu, dr. Anita menyarankan teknik bilasan ganda. "Mulailah dengan air suam-suam kuku untuk membersihkan kotoran secara total, lalu akhiri dengan beberapa percikan air dingin untuk menenangkan kulit dan memberikan rasa segar. Pastikan juga untuk segera mengeringkan wajah dengan handuk bersih secara perlahan (ditepuk-tepuk)," tutupnya.