Psikolog Berbagi Tips Menjaga Work Life Balance Pekerja

  • 10 Mar 2026 07:26 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi atau work life balance menjadi tantangan bagi banyak pekerja di era digital saat ini. Tekanan pekerjaan, komunikasi yang serba cepat melalui teknologi, serta tuntutan tanggung jawab sering membuat seseorang kesulitan membagi waktu.

Psikolog klinis, Khairunnisa Nuraini Rachman, S.Psi., M.Psi., mengatakan, menjaga work life balance bukan hanya soal membagi waktu antara kerja dan kehidupan pribadi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu mengatur prioritas dan menjaga kesehatan mentalnya.

Menurutnya, salah satu langkah penting yang dapat dilakukan adalah dengan menyusun jadwal kegiatan secara teratur, mulai dari pekerjaan hingga waktu untuk diri sendiri.

“Coba atur rutinitas harian, kapan fokus bekerja, kapan beristirahat, dan kapan melakukan kegiatan yang menyenangkan. Dengan begitu seseorang bisa lebih mudah menjaga keseimbangan hidupnya,” ujar Khairunnisa.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menetapkan prioritas dalam pekerjaan. Banyak pekerja mengalami kelelahan karena tidak mampu menentukan pekerjaan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Dengan memahami prioritas, seseorang dapat menghindari penumpukan pekerjaan yang berpotensi memicu stres atau burnout.

Tips lain yang tidak kalah penting adalah membangun komunikasi yang baik dengan atasan maupun rekan kerja. Menurut Kirunisa, komunikasi yang terbuka dapat membantu menghindari kesalahpahaman terkait tugas dan waktu kerja.

“Jika ada pekerjaan yang mendesak atau membutuhkan waktu tambahan, komunikasikan dengan baik. Komunikasi itu penting agar pekerjaan tetap berjalan tanpa mengganggu waktu pribadi,” katanya.

Ia juga menyarankan agar pekerja meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai, seperti berolahraga, berjalan santai, atau menjalankan hobi.

Aktivitas tersebut dapat membantu seseorang mengisi kembali energi dan menjaga kesehatan mental setelah menjalani rutinitas kerja yang padat.

Khairunnisa menegaskan, menjaga work life balance bukan berarti mengurangi tanggung jawab terhadap pekerjaan, tetapi bagaimana seseorang mampu mengelola waktu dan energi agar tetap produktif sekaligus memiliki kualitas hidup yang baik.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita