Asidah, Kuliner Khas Buka Puasa di Ambon
- 21 Feb 2026 20:24 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID-Ambon - Kue asidah menjadi salah satu kuliner khas yang selalu dicari masyarakat saat bulan suci Ramadhan di Kota Ambon. Setiap memasuki waktu berbuka puasa, jajanan tradisional ini hampir selalu hadir di berbagai sudut penjualan takjil. Teksturnya yang lembut dengan cita rasa manis dan aroma rempah yang khas menjadikan kue asidah tak pernah absen dari daftar menu favorit warga.
Di sejumlah pasar tradisional maupun lapak takjil dadakan, kue asidah tampak laris manis diburu pembeli. Warna cokelat keemasan dengan hiasan khas di bagian atasnya menjadi daya tarik tersendiri. Banyak warga mengaku sudah menjadikan kue ini sebagai menu wajib berbuka puasa karena selain mengenyangkan, rasanya juga mampu membangkitkan kenangan masa kecil.
Secara historis, kue asidah dipercaya berasal dari budaya Timur Tengah yang kemudian dibawa oleh para pedagang Arab ke wilayah Nusantara, termasuk Maluku. Di Ambon, kue ini berkembang dan beradaptasi dengan cita rasa lokal.
Penggunaan rempah-rempah seperti kayu manis dan cengkih memperkaya rasa, sekaligus mencerminkan identitas Maluku sebagai daerah penghasil rempah. Seiring waktu, kue asidah pun menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat setempat, khususnya saat Ramadhan.
Proses pembuatan kue asidah terbilang cukup unik karena harus terus diaduk hingga adonan mengental dan matang sempurna. Bahan dasarnya terdiri dari tepung terigu, gula merah, mentega, serta campuran rempah-rempah.
Teknik pengadukan yang konsisten menjadi kunci agar teksturnya halus dan tidak menggumpal. Tidak heran jika banyak orang memilih membeli daripada membuatnya sendiri karena membutuhkan kesabaran dan tenaga ekstra.
Salah satu penikmat kue asidah, Abi, kepada RRI Ambon mengatakan bahwa setiap Ramadhan dirinya selalu mencari kue tersebut untuk berbuka puasa. Menurutnya, rasa manis dan legit kue asidah memberikan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Ia juga menilai kue asidah memiliki nilai tradisi yang kuat karena sejak kecil sudah terbiasa menyantapnya bersama keluarga.
Dengan cita rasa khas dan nilai sejarah yang melekat, kue asidah tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol kebersamaan masyarakat Ambon di bulan suci. Kehadirannya setiap Ramadhan menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tetap bertahan di tengah gempuran makanan modern, sekaligus memperkaya khazanah budaya Kota Ambon.