Gaet Mitra Internasional, Rutong Kembangkan Konservasi Bahari Berbasis Karbon

  • 28 Feb 2026 20:17 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Negeri Rutong di Leitimur Selatan Kota Ambon mulai menjajaki teknologi konservasi laut modern untuk memperkuat potensi wisata bahari dan menjaga ekosistem pesisir. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjalin kerja sama dengan pihak Bluesting dari Kolombia untuk melakukan uji coba pengembangan terumbu karang (coral) dan pemanfaatan alga merah di perairan setempat.

Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, menyebut konservasi ini mengombinasikan aturan adat (Sasi) dengan teknologi terkini. Fokus utamanya adalah perlindungan hutan mangrove adat yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke-10. Mangrove tersebut memegang peranan vital sebagai benteng pantai sekaligus habitat biota laut yang bernilai ekologis tinggi.

Papan nama Desa Wisata Negeri Rutong di pesisir pantai wisata (foto AL)

“Teknologi alga merah yang kita uji coba tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem bawah laut, tetapi juga berfungsi menyerap karbon dioksida (CO2) secara efektif,” kata Reza pada Sabtu, 28 Februari 2026 di Rutong. Pemanfaatan alga ini membuka peluang bagi Negeri Rutong untuk mendapatkan pendapatan tambahan melalui sistem kredit karbon global.

Selain alga, upaya restorasi terumbu karang diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata bawah laut Rutong. Dengan ekosistem yang sehat, wisatawan akan disuguhi pemandangan alam yang asri, sementara masyarakat lokal mendapatkan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Strategi ini dirancang untuk memberikan manfaat ganda: melindungi lingkungan laut dari dampak perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. Reza optimistis, perpaduan antara kearifan lokal Mangrove Adat dan teknologi internasional akan menjadikan Rutong sebagai pionir konservasi bahari di Maluku.

Rekomendasi Berita