Nilai Agama dan Adat Harus Dihidupkan

  • 22 Feb 2026 22:47 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Fenomena kekerasan yang belakangan terjadi di Atambua, dinilai tidak sejalan dengan nilai agama dan budaya Belu yang sejak lama menekankan persaudaraan serta penghormatan antar sesama.

Yohanes Don Bosko Bereloe, ketua Pemuda Katolik Komcab Belu, melalui corong RRI Atambua, Minggu 21 Februari 2026, mengingatkan, masyarakat Belu tidak pernah diajarkan untuk berkelahi apalagi saling membunuh.

Ia khawatir generasi muda mulai meninggalkan pedoman ajaran agama dan nilai budaya sebagai pegangan hidup sehari-hari.

“Kita hidup saling menghargai dan saling menghormati, jika ada persoalan ada tawaran jalan damai secara adat,” ujarnya.

Menurutnya, doktrin yang datang dari luar perlahan dapat merobek jati diri orang Belu jika tidak disaring secara bijak.

Ia menyinggung slogan Tetun tentang persaudaraan yang kini mulai tergeser oleh ego dan semangat unjuk kehebatan.

“Kita harus kembali menghidupkan nilai agama dan budaya yang diwariskan leluhur,” ujarnya tegas.

Rekomendasi Berita