Bupati TTU Nyatakan bahwa, Pemerintah,Adat-Gereja Seirama

  • 28 Feb 2026 21:42 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Selama ini, masyarakat TTU hidup dalam harmoni antara pemerintah, adat, dan gereja. Maka Taman ini menjadi simbol kesatuan dan kebersamaan kita. Mari kita semua menjaga dan melestarikan nilai-nilai ini untuk generasi mendatang. Hal ini disampaikan oleh Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo saat meresmikan Gapura Kantor Bupati TTU dan Taman Santo Antonius Padua pada Sabtu 28 Februari 2026.

Menurut Bupati Falent bahwa kehadiran Gapura Kantor Bupati TTU bukan sekedar pembangunan fisik semata, melainkan Gapura tersebut sebagai simbol identitas daerah, kewibawaan pemerintah dan pintu bagi semua lapisan masyarakat. Dalam semangat Salu-Miomafo-Kuluan dan Maubesi (SONAF BESI) maka Gapura ini merepresentasikan pintu masuk ke rumah besar bagi semua masyarakat di sebuah tempat dimana aspirasi dihargai dan pelayanan publik dijunjung tinggi", ujar mantan TNI ini.

"Sesuai filosofi (SONAF BESI) maka kantor Bupati TTU harus menjadi benteng pertahanan bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus pusat koordinasi yang kokoh dalam membangun Timor Tengah Utara yang dicintai semua lapisan masyarakat", kata pendiri Ormas Beta Timor ini.

Dikatakan Bupati Falent bahwa, arsitektur gapura ini menyerupai sepasang sayap yang siap membumbung tinggi membawa pesan simbolis tentang transformasi dan kemajuan. Dari sayap tersebut melambangkan tekad Pemda TTU untuk terus bergerak dinamis, melampaui batasan, dan terbang tinggi membawa aspirasi masyarakat menuju taraf hidup yang lebih mulia. Tetapi kita tentunya terus berpijak pada fondasi yang kokoh yakni nilai-nilai luhur yang telah dilahirkan oleh leluhur kita di tanah Salu-Miomafo, Kuluan dan Maubesi", ujar Bupati Falent.

Lebih jauh kata Pendiri Ormas Beta Timor ini bahwa, SONAF BESI merupakan tempat bernaung yang aman bagi seluruh suku dan sayap Gapura ini adalah pelindung yang merangkul keberagaman masyarakat TTU keseluruhan. Jadi sinergi antara "sayap yang terbang" dan "rumah bersama" menegaskan bahwa kemajuan lahir dari kebersamaan yang solid.

"Kita tidak terbang sendiri-sendiri, melainkan bergerak bersama sebagai satu kesatuan yang utuh untuk memperkokoh persaudaraan dan memperkuat fondasi pembangunan di tanah TTU yang kita miliki dan cintai", kata Bupati Falent.

Ia menekankan bahwa penataan Taman Santo Antonius Padua di area gapura ini bukan sekedar hiasan untuk mempercantik pemandangan. Taman tersebut didedikasikan sebagai ruang terbuka hijau yang mencerminkan keseimbangan antara pekerjaan dan ketenangan pikiran. Nama St Antonius Padua dipilih karena membawa pesan moral tentang kerendahan hati dan kepedulian terhadap sesama.

Peresmian hari ini adalah momentum untuk memperkuat solidaritas. Salu, Miomafo, Kuluan dan Maubesi mengajarkan masyarakat TTU bahwa persatuan adalah kekuatan utama dalam menghadapi tantangan zaman. Saya mengajak seluruh pimpinan OPD, ASN dan semua masyarakat TTU supaya menjaga dan merawat fasilitas ini dan merasa memilikinya. Jadikan tempat ini sebagai simbol persatuan. Kebersihan dan keindahan taman tersebut merupakan cerminan dari budaya kerja kita yang tertib dan disiplin", ujarnya.

Menandai peresmian Gapura Kantor Bupati TTU dan Taman Santo Antonius Padua diawali dengan prosesi adat. Selanjutnya Pastor Paroki Sasi memberkati gapura dan taman tersebut sebagai simbol harmonisasi antara pemerintah, adat dan gereja sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan (SK)

Rekomendasi Berita