Tetap Mengasihi walau Terluka

  • 15 Feb 2026 14:52 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua : Tokoh agama, Ps. Samuel Edwin Kobi menekankan pentingnya menjaga hati dari segala bentuk kepahitan akibat perilaku buruk sesama manusia sekitar kita.

Banyak faktor memicu luka batin mulai dari perkataan hingga sikap seseorang yang seringkali menimbulkan rasa kecewa sangat mendalam sekali.

"Kebangunan rohani atau revival sesungguhnya bermula dari keputusan pribadi kita masing-masing untuk tetap setia mengasihi walaupun sedang terluka."ujarnya dalam khotbah kebaktian bersama Jemaat GBI Petra Atambua , Minggu 15 Februari 2026.

Lanjutnya, ketaatan menjalankan perintah Tuhan memang terasa berat ketika diri sendiri sedang berada dalam situasi penuh tekanan serta penderitaan batin.

“Pengampunan tanpa syarat merupakan kunci utama yang membebaskan jiwa dari beban kepahitan agar kita tidak kehilangan suka cita sejati," kata sosok yang juga ketua departemen pemuda dan anak gereja bethel Indonesia (DPA GBI) Kabupaten Belu.

Disampaikannya, bahwa melepaskan pengampunan bukan berarti menunggu orang lain berubah melainkan sebuah tindakan kedewasaan rohani untuk membebaskan diri dari belenggu dosa.

Ia berharap pesan kasih ini mampu menguatkan seluruh jemaat di perbatasan agar terus hidup rukun dalam damai sejahtera Kristus.

Rekomendasi Berita