Aktivitas Padat Hambat Gaya Hidup Minim Sampah
- 28 Feb 2026 12:23 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Nazia Kamala mahasiswa di Universitas Tribuana Kalabahi mengatakan gaya hidup minim sampah masih sulit diterapkan pelajar sekolah. Ia menilai kebiasaan praktis membeli jajanan berbungkus plastik sering dipilih karena murah cepat dan mudah ditemukan di kantin.
“Kadang kami tahu itu menambah sampah tapi kenyamanan lebih menang,” ujarnya kepada Pro 2 RRI Atambua, beberapa waktu lalu. Menurutnya kesadaran lingkungan sering kalah oleh rasa lelah setelah belajar seharian mengikuti tugas kelompok di kelas bersama teman.
Ia mengaku membawa wadah sendiri membutuhkan persiapan tambahan yang sering terlupa ketika pagi hari terburu berangkat menuju kampus. Akibatnya pembelian air kemasan dan kantong plastik sekali pakai terus meningkat hampir setiap hari di lingkungan sekolah mereka.
“Kalau sudah terbiasa sebenarnya mudah hanya perlu disiplin sedikit,” katanya, menjelaskan perubahan harus dimulai dari diri sendiri sekarang. Ia mulai menyiapkan tumbler kotak makan serta tas kain sejak malam agar tidak lupa membawanya esok hari kembali.
Menurut Nazia dukungan pihak sekolah dan kampus sangat penting melalui fasilitas isi ulang air minum gratis bagi mahasiswa. Fasilitas tersebut membantu mengurangi botol plastik sekaligus menumbuhkan budaya hemat serta peduli lingkungan bersama seluruh warga sekolah kampus.
Ia kemudian mengajak teman sekelas saling mengingatkan supaya membawa perlengkapan pribadi setiap hari ke sekolah dan kampus bersama. Kebiasaan kecil itu menurutnya perlahan menciptakan perubahan nyata karena dilakukan bersama dan konsisten sepanjang waktu bagi lingkungan sekitar.
“Langkah kecil kalau ramai ramai dilakukan dampaknya besar,” ujarnya optimistis melihat perubahan perilaku teman mahasiswa dan pelajar sekitar. Berikutnya ia berharap gerakan minim sampah menjadi budaya sekolah dan kampus demi lingkungan bersih sehat serta berkelanjutan bersama.