Mahasiswa Mulai Sadar Dampak Sampah Digital

  • 28 Feb 2026 13:19 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Nazia Kamala mahasiswa Universitas Tribuana Kalabahi mengaku dulu mengira aktivitas digital sepenuhnya bebas dampak lingkungan. Ia baru mengetahui server pusat data membutuhkan listrik besar yang menghasilkan emisi karbon.

“Awalnya saya pikir digital itu bersih ternyata tetap ada jejak energi,” katanya kepada RRI. Pengetahuan tersebut membuatnya lebih berhati-hati menyimpan email foto dan berkas di aplikasi cloud.

Ia mulai rutin menghapus pesan lama membersihkan folder unduhan serta memindahkan file penting. Langkah sederhana itu menurutnya membantu mengurangi beban penyimpanan sekaligus mempercepat kinerja perangkat.

Menurutnya banyak mahasiswa belum memahami konsep sampah digital sehingga edukasi masih sangat diperlukan. Guru dapat memberi contoh konkret seperti pengelolaan email rutin dan penghapusan foto duplikat.

“Kalau disimpan semua ternyata boros energi juga,” katanya, menekankan pentingnya pengendalian data. Ia merasa kebiasaan kecil tersebut sama pentingnya dengan mengurangi plastik dalam kehidupan sehari hari.

Nazia percaya literasi digital berkelanjutan dapat menumbuhkan tanggung jawab bersama terhadap penggunaan teknologi. Dengan pemahaman tersebut mahasiswa bisa lebih bijak memanfaatkan internet tanpa memperbesar jejak karbon.

Ia berharap kesadaran ini menyebar luas agar pengelolaan data menjadi budaya baru kampus. Baginya menjaga lingkungan dapat dilakukan bahkan melalui layar ponsel setiap hari.

Rekomendasi Berita