Mengenal Jerat Toxic Relationship

  • 06 Mar 2026 11:00 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Hubungan yang sehat seharusnya menjadi tempat bernaung yang aman, namun kenyataannya banyak orang terjebak dalam lingkaran yang merusak mental. Kondisi ini sering kali tidak disadari sejak awal karena pelaku biasanya membungkus kontrol mereka dengan alasan kasih sayang.

Toxic relationship sering kali dimulai dengan Love Bombing, di mana pelaku memberikan perhatian berlebihan di awal untuk memanipulasi perasaan kamu. Namun, fase indah ini biasanya segera berubah menjadi perilaku Manipulative yang bertujuan mengendalikan kamu secara halus demi kepentingan sepihak.

Lama-kelamaan, pasangan mulai menunjukkan sikap Controlling dengan mengatur siapa teman kamu hingga cara kamu berpakaian sehari-hari. Hal ini diperburuk oleh Lack of Trust, yang menciptakan atmosfer penuh kecurigaan dan cemburu buta tanpa alasan yang jelas.

Dalam aspek komunikasi, pelaku sering melakukan Gaslighting untuk membuat kamu meragukan ingatan dan kewarasan diri sendiri atas kejadian yang nyata. Bentuk Emotional Abuse lainnya juga muncul melalui tindakan meremehkan atau menyalahkan kamu secara terus-menerus tanpa rasa bersalah.

Kondisi ini memaksa kamu berada dalam situasi Walking on Eggshells, yaitu perasaan selalu waswas dan takut memicu kemarahan pasangan setiap saat. Bahkan saat kamu merasa sedih, pelaku mungkin menerapkan Toxic Positivity yang memaksa kamu terus tersenyum dan mengabaikan emosi negatif yang sebenarnya valid.

Sangat penting untuk menyadari ciri-ciri ini sebelum kesehatan mental kamu terkikis lebih dalam oleh dinamika yang merusak. Ingatlah bahwa hubungan yang sehat seharusnya dibangun di atas landasan rasa aman, rasa hormat, dan kejujuran antar kedua belah pihak.

Rekomendasi Berita