Melukat : Dari Tradisi Menjadi Tren Wisata Healing di Bali

  • 23 Sep 2024 17:17 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua : Bali mempunyai pariwisata yang kaya akan tradisi dan adat istiadat, salah satunya tradisi Melukat yang belakangan ini ramai di gemari para wisatawan lokal maupun mancanegara seperti artis, musisi dan tokoh terkenal yang sedang berlibur di Bali.

Salah seorang pemangku adat Bapak Mangku I Wayan Wendiasa menjelaskan, Melukat bagi Masyarakat Hindu di Bali merupakan Upacara atau ritual penyucian diri untuk membersihkan jiwa dan pikiran dari energi negatif hingga gangguan spiritual. Melukat sering dijadikan proses sebelum melaksanakan hari penting seperti persembahyangan, upacara keagamaan, pernikahan, dan hari penting lainnya.

Prosesi Melukat ini menggunakan sarana upakara sajen (banten) dan air suci yang biasanya dilakukan di tempat suci seperti Pura, pantai, sungai dan tempat yang ada sumber mata airnya. Adapun tahapan untuk memulai Melukat ini dijelaskan secara singkat oleh Bapak Mangku I Wayan Wendiasa meliputi:

  1. Tahap Persiapan: menghaturkan sarana upakara di Pura maupun sumber mata air, setelah itu Pemangku memimpin doa (puja) untuk memusatkan pikiran.
  2. Tahap Pelukatan: pada tahap ini peserta akan dibasuh oleh pemangku dengan air suci dari sumber mata air atau langsung membasuh diri sendiri pada aliran air dibawah pancuran. Dimana tahapan ini peserta memusatkan pikiran dan memohon agar diberikan ketenangan hati dan pikiran serta kebersihan jiwa dan raga.
  3. Tahap Doa Penutup: tahapan terakhir ditutup dengan doa memohon agar Tuhan memberikan ketenangan hati dan pikiran dalam menjalani hari, serta jiwa dan raga telah dibersihkan dari energi negatif.

Melukat sudah ada sejak lama dan merupakan prosesi penting bagi umat Hindu di Bali dalam kesehariannya. Seiring perkembangan zaman tradisi ini menjadi sebuah daya tarik wisata tersendiri, banyak wisatawan lokal dan luar negeri tertarik berwisata religi ke Bali untuk mencoba Melukat.

Pada bulan agustus 2024 lalu, salah seorang penyanyi Amerika Sza dan Lizzo sedang berlibur di Bali dan menyempatkan untuk Melukat di Taman Beji Griya Waterfall. Solana Imani Rowe atau lebih dikenal dengan nama Sza bersama Lizzo, terlihat dalam unggahan di Instagram story dan reels vidio pada akun pribadi mereka menggunakan kain khas Bali.

Mengapa banyak wisatawan yang ke Bali ingin mencoba prosesi Melukat? Ternyata Melukat memberikan banyak manfaat positif setelah mengikutinya. Dimana dapat membantu individu mengurangi beban emosional, menetralkan energi negatif, meredekan stres, memberikan kedamaian, dan lebih bersyukur serta yang paling penting semakin mendekatkan hubungan dengan Tuhan dan alam semesta.

Tidak heran banyak kaum milenial dan Gen-Z tertarik melaksanakan Melukat untuk penyembuhan diri (healing). Seperti pengalaman Mellina Putri (24), seorang warga Bali yang sering melaksanakan Melukat untuk sekedar melepas penat dari beban pekerjaan, agar mendapat ketenangan hati dan pikiran. “Melukat bisa juga menjadi alternatif untuk menjaga mental health” ujarnya.

Melukat di Bali bukan hanya sekedar bentuk penyucian diri secara fisik, melainkan juga tentang penyembuhan jiwa. Tradisi ini menjadi wadah untuk meditasi, refleksi, dan lebih mendekatkan diri dengan Tuhan. Dengan banyaknya tempat – tempat Melukat yang ditawarkan di Bali, diharapkan para wisatawan ataupun individu dapat menemukan kedamaian dan ketenangan diri, menjaga keharmonisan dengan sekitar, serta merasakan keindahan budaya Bali.


Rekomendasi Berita