Keteladanan Orang Tua Kunci Utama Pendidikan Karakter Anak

  • 28 Feb 2026 22:03 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan kualitas ibadah pribadi, tetapi juga waktu yang tepat bagi orang tua untuk memperkuat peran mereka dalam mendidik anak melalui keteladanan. Dalam keluarga, setiap sikap dan perilaku orang dewasa akan direkam dan ditiru anak. Karena itu, pendidikan terbaik sejatinya bukan sekadar nasihat, melainkan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

dr. Teuku Andi Syahputra, dalam dialog interaktif bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Senin 23 Februari 2026 mengatakan keteladanan memiliki makna sebagai contoh perilaku baik yang bisa dijadikan pola oleh generasi penerus. Ia menilai, Ramadan menjadi momen strategis untuk menunjukkan praktik nilai-nilai kebaikan secara langsung di rumah. “Apa yang kita lakukan harus menjadi contoh buat anak-anak. Jangan sampai mereka melihat hal yang bertolak belakang antara ucapan dan perbuatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, anak belajar lebih banyak dari pengamatan dibandingkan instruksi verbal. Ketika orang tua meminta anak berpuasa, namun tidak menunjukkan komitmen yang sama, hal itu justru menimbulkan kebingungan. “Anak itu bukan pakai kata-kata saja. Kalau ibunya puasa tapi ayahnya merokok diam-diam, anak jadi bingung. Pesannya jadi ambigu,” katanya.

Lebih lanjut, Andi menerangkan bahwa konsep “orang tua” tidak hanya sebatas ayah dan ibu. Dalam praktiknya, sosok yang lebih tua di sekitar anak, seperti kakek, nenek, atau pengasuh, juga berperan membentuk karakter. Lingkungan keluarga besar bahkan sering kali lebih dominan karena faktor kedekatan dan waktu kebersamaan. “Siapa yang paling sering bersama anak, dialah yang paling kuat pengaruhnya,” tambahnya.

Perbedaan pola asuh antara ayah dan ibu, menurutnya, juga perlu diselaraskan agar anak tidak menerima pesan yang saling bertentangan. Konsistensi menjadi kunci agar nilai disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab dapat tertanam dengan baik. Tanpa kesepahaman, anak berpotensi kehilangan arah dalam menentukan mana yang benar.

Ia juga menyinggung fenomena fatherless yang masih terjadi di Indonesia, di mana peran ayah minim dalam pengasuhan. Padahal, kehadiran figur ayah sangat penting dalam membangun rasa aman dan pembentukan karakter. “Keteladanan bukan cuma tugas ibu. Ayah juga harus hadir secara fisik dan emosional,” tegasnya.

Sebagai Wakil Direktur Wilayah LPPKM BKPRMI Aceh, Andi berharap keluarga menjadikan Ramadan sebagai sarana memperbaiki pola asuh berbasis teladan. Dengan begitu, pendidikan karakter anak tidak hanya sebatas teori, tetapi tumbuh dari contoh nyata di rumah, sehingga melahirkan generasi yang berakhlak dan berintegritas.

Rekomendasi Berita