Cakra Khan Duet Lintas Generasi Bersama Chrisye
- 23 Feb 2026 16:41 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Penyanyi Cakra Khan merilis ulang lagu legendaris “Ketika Tangan Dan Kaki Berkata” dalam format duet lintas generasi. Lagu tersebut menghadirkan kembali suara mendiang Chrisye melalui rekaman aslinya.
Karya yang pertama kali dipopulerkan Chrisye pada 1997 itu dikenal sebagai salah satu lagu religi paling kuat secara emosional. Liriknya ditulis sastrawan Taufiq Ismail, terinspirasi dari Surah Yasin ayat 65.
Dalam berbagai catatan, lagu tersebut memiliki cerita mendalam saat proses rekaman. Chrisye pernah mengaku kesulitan menyanyikannya karena beban makna yang terkandung di dalam lirik.
Kisah itu tertuang dalam buku “Chrisye: Sebuah Memoar Paduan Suara di Hati” karya Alberthiene Endah terbit 2007. Dalam memoar tersebut, Chrisye menyebut lagu ini sebagai karya paling berat sepanjang kariernya.
Ia bahkan sempat beberapa kali gagal memulai rekaman karena emosinya tak terbendung. Setelah menenangkan diri, Chrisye akhirnya menyelesaikan lagu itu dalam satu kali take utuh.
Lebih dari dua dekade berselang, lagu tersebut kini dihadirkan kembali melalui kolaborasi dengan Cakra Khan. Proyek ini berada di bawah naungan label MyMusic Records dan PT Musica Studios.
Cakra Khan menyebut kolaborasi lintas generasi memiliki arti penting bagi musik Indonesia. Menurutnya, karya musisi legendaris seperti Chrisye tetap relevan hingga kini.
“Kolaborasi lintas generasi seperti ini sangatlah penting, karena karya-karya terdahulu dari musisi legendaris seperti Chrisye memiliki pesan yang sangat dalam dan relevan hingga kini,” ujar Cakra Khan.
Versi terbaru ini diproduseri Dede Hakim dan tetap mempertahankan komposisi asli ciptaan Chrisye dan Taufiq Ismail. Aransemen baru dirancang tanpa menghilangkan kekuatan pesan spiritualnya.
Video musik resmi dirilis 4 Februari melalui kanal YouTube Musica Studios. Visualnya digarap sutradara Rizal Mantovani di kawasan Bumi Perkemahan Cibubur.
Konsep video menampilkan simbol tangan dan kaki sebagai representasi tindakan manusia. Pesan moral tentang tanggung jawab dan perhitungan amal menjadi benang merah dalam narasi visual tersebut.
Kehadiran versi duet ini sekaligus memperkenalkan kembali karya klasik kepada generasi muda. Lagu tersebut diharapkan tetap hidup sebagai pengingat nilai kemanusiaan dan spiritualitas.