Kisah Pak Him Menikmati Pensiun di Kebun Durian
- 20 Feb 2026 15:22 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pak Him biasanya hanya menunggu agen pembeli datang ke kebunnya. Namun, tak jarang penikmat durian memilih datang langsung.
Ada yang sekadar membeli, ada pula yang menggelar tikar, memasak, dan menikmati durian di tengah kebun. Menurut Pak Him, membeli langsung di kebun jauh lebih murah. Bahkan, durian berukuran kecil kerap ia berikan secara cuma-cuma.
Di kebun miliknya, durian bukan satu-satunya komoditas. Pak Him juga memanen kakao dan kopi, disamping pinang serta kelapa kampung. Ragam tanaman itu menjadi penopang keberlanjutan hasil kebun sepanjang tahun.
Memasuki akhir Februari 2026, panen durian di lereng gunung Desa Neubok Badeuk mulai memasuki masa akhir. Buah di pohon terlihat semakin jarang. Meski demikian, cita rasa khas durian Tangse masih terasa kuat dan menjadi buruan para pencinta durian.
Pak Him merupakan pensiunan Kantor Pos Indonesia Kecamatan Tangse. Sejak masih aktif bekerja, ia membeli lahan perkebunan sedikit demi sedikit di beberapa wilayah. Ia melihat potensi besar sektor perkebunan dan pertanian di kawasan tersebut, yang ditopang ketersediaan mata air sepanjang tahun tanpa pernah mengering.
Usai pensiun, Pak Him memilih tinggal tak jauh dari area perkebunannya. Hari-harinya diisi dengan berbagai aktivitas: menanam padi, mengganti tanaman tua, merawat kebun, hingga memanen hasil. Aktivitas itu bukan sekadar rutinitas, tetapi juga sumber penghidupan dan kepuasan batin.
Dari Pak Him, kita belajar bahwa masa pensiun dapat dipersiapkan dengan matang. Dengan kejelian melihat peluang dan kesediaan bekerja sesuai kemampuan, pensiun bukan akhir produktivitas, melainkan awal babak baru yang tetap bermakna.