Energi Air Solusi Kebutuhan Listrik Aceh
- 22 Feb 2026 12:29 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Energi air atau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dinilai menjadi sumber energi terbarukan yang paling realistis untuk dikembangkan di Aceh, mengingat potensi yang cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.Hal ini diungkapkan Analis Program Energi Terbarukan, Mahasinul Fathani, ST dalam dialog Green Radio RRI Banda Aceh, Sabtu 21 Februari 2026.
Ia menyebutkan, Aceh memiliki lebih dari 70 lokasi potensi energi air dengan kapasitas yang diperkirakan mencapai lebih dari 7.000 megawatt. Potensi tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan energi listrik daerah saat ini.
“Kalau saya sendiri melihat energi air ini merupakan salah satu yang harus kita lakukan. Dengan potensi lebih dari 70 lokasi dan energinya itu di atas 7.000 MW kurang lebih,” ujar Mahasinul.
Dirinya menjelaskan, kebutuhan energi listrik di Aceh saat ini diperkirakan berada di kisaran 600 hingga 700 megawatt, sementara total kapasitas instalasi listrik sudah mencapai sekitar 1.000 megawatt. Karena itu, pengembangan PLTA dinilai cukup menjanjikan untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara dan migas.
Mahasinul mengakui pengembangan PLTA juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan air. “Pada musim kemarau, debit air dapat berkurang sehingga memengaruhi keandalan pembangkit dalam menggerakkan turbin listrik,” tambahnya.
Namun demikian, ia berharap pengembangan PLTA di Aceh dapat dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi sumber daya air, sehingga potensi energi yang besar tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan listrik daerah.