Cara Perawatan Telinga sejak Dini pada Anak
- 01 Mar 2026 08:14 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Perawatan telinga sejak usia dini penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Gangguan pendengaran yang tidak terdeteksi bisa berdampak pada kemampuan bicara dan prestasi belajar anak.
Dokter spesialis THT-KL, dr. Dina Alia, Sp.THT-KL, Ph.D mengatakan pendengaran menjadi pondasi utama kemampuan berbicara anak. “Karena telinga fungsinya untuk mendengar, maka pada anak mendengar merupakan pondasi untuk berbicara,” ujarnya dalam Dialog Klinik Angkasa, Sabtu, 28 Februari 2026.
Menurutnya, fungsi pendengaran juga berperan penting saat anak memasuki usia sekolah. Anak membutuhkan kemampuan mendengar yang baik untuk menerima pelajaran di kelas.
Ia menjelaskan gangguan pendengaran pada anak sekolah sering tidak disadari. Anak mengira suara guru memang terdengar seperti itu sehingga tidak menyadari adanya masalah.
Kondisi ini semakin sulit terdeteksi jika anak memiliki sifat pemalu. “Biasanya pasien datang dengan keluhan prestasinya makin turun setiap naik kelas,” katanya.
Dina menyebut gangguan pendengaran sebenarnya bisa dideteksi lebih cepat. Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah penumpukan kotoran telinga dalam waktu lama.
Penumpukan tersebut dapat mengganggu fungsi pendengaran anak. Karena itu, orang dewasa di sekitar anak perlu peka terhadap perubahan perilaku.
Ia mencontohkan guru dapat mencurigai adanya gangguan jika anak sering salah memahami instruksi. “Guru bisa komunikasi dengan orang tua supaya anak dibawa ke dokter THT untuk diperiksa,” ujarnya.
Selain anak sekolah, perhatian juga perlu diberikan pada bayi baru lahir. Gangguan pendengaran pada bayi lebih sulit dikenali karena tidak menimbulkan keluhan.
“Kalau bayi tidak dengar, tidak ada tanda seperti demam atau rewel,” kata Dina. Ia menegaskan deteksi dini penting agar perkembangan bicara anak sesuai tahapan usianya.