Tradisi Memberi THR Saat Lebaran Pererat Kebersamaan Keluarga

  • 07 Mar 2026 12:34 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Hari Raya Idul Fitri tidak hanya menjadi momen untuk saling memaafkan, tetapi juga identik dengan berbagai tradisi yang mempererat hubungan keluarga. Salah satu tradisi yang masih banyak dilakukan masyarakat Indonesia adalah pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anggota keluarga, terutama kepada anak-anak dan kerabat yang lebih muda.

Tradisi memberi THR biasanya dilakukan setelah salat Idul Fitri atau saat acara berkumpul bersama keluarga. Orang yang lebih tua memberikan sejumlah uang kepada anak-anak, keponakan, atau saudara yang lebih muda sebagai bentuk berbagi kebahagiaan di hari yang penuh kemenangan tersebut.

Bagi banyak keluarga, pemberian THR bukan sekadar memberikan uang. Tradisi ini memiliki makna sosial dan budaya yang kuat, yaitu sebagai simbol kepedulian, kebersamaan, serta rasa syukur setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Selain membuat suasana Lebaran menjadi lebih meriah, tradisi ini juga memberikan kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak. Mereka biasanya menantikan momen tersebut karena dapat mengumpulkan uang THR dari berbagai anggota keluarga yang ditemui saat bersilaturahmi.

Di sisi lain, tradisi memberi THR juga menjadi kesempatan bagi orang dewasa untuk mengajarkan nilai berbagi kepada generasi muda. Dengan cara ini, anak-anak dapat belajar tentang pentingnya berbagi rezeki serta menghargai kebersamaan dalam keluarga.

Meski jumlah yang diberikan berbeda-beda, makna dari tradisi tersebut tetap sama, yaitu mempererat hubungan keluarga dan menumbuhkan rasa saling peduli. Oleh karena itu, tradisi memberi THR saat Lebaran masih terus dipertahankan oleh masyarakat sebagai bagian dari budaya yang menyertai perayaan Idul Fitri di Indonesia.

Rekomendasi Berita