Hampers Bermanfaat, Lingkungan Tetap Sehat
- 12 Mar 2026 21:05 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Tradisi mengirim hampers atau bingkisan saat Ramadan dan menjelang Idulfitri menjadi salah satu cara masyarakat berbagi kebahagiaan dengan keluarga, sahabat, maupun rekan kerja. Namun di balik tradisi tersebut, penggunaan kemasan berlebih sering kali berpotensi menambah timbunan sampah rumah tangga.
Lyfe With Less sebuah wadah pegiat gaya hidup minimalis mengingatkan masyarakat agar lebih bijak saat mengirim hampers. Melalui akun instagram @lyfewithless, menyampaikan bahwa pengirim juga dianjurkan mempertimbangkan aspek keberlanjutan agar bingkisan tidak berakhir menjadi sampah.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menanyakan terlebih dahulu kebutuhan penerima. Cara ini dinilai dapat memastikan hampers benar-benar bermanfaat dan tidak menumpuk di rumah penerima.
Selain itu, isi hampers juga dapat dipilih dari barang yang lebih fungsional. Misalnya makanan rumahan, bahan makanan pokok, hingga kebutuhan rumah tangga yang berpotensi lebih sering digunakan.
Penggunaan kemasan guna ulang juga menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Hampers dapat dikemas menggunakan kotak makanan, toples kaca, atau wadah plastik yang dapat dipakai kembali sehingga tidak langsung dibuang setelah dibuka.
Alternatif lain adalah menggunakan pembungkus ramah lingkungan, seperti kain atau hijab yang tidak terpakai sebagai pengganti kertas kado atau plastik sekali pakai. Metode ini juga dikenal sebagai pembungkus gaya furoshiki yang memungkinkan kain digunakan kembali oleh penerima.
Selain itu, hampers juga dapat dikirim menggunakan tas belanja guna ulang atau reusable bag. Dengan cara ini, kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali oleh penerima untuk berbagai keperluan.
Melalui cara-cara tersebut, tradisi berbagi hampers saat Ramadan dan Lebaran tetap dapat dilakukan tanpa menambah beban sampah. Pendekatan yang lebih bijak diharapkan dapat mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dalam keseharian.