Literasi Bukan Sekadar Membaca Buku
- 08 Mar 2026 09:14 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Paradigma masyarakat yang menganggap literasi hanya sebatas membaca buku perlu diubah. Hal ini disampaikan Yoga Pratama dari Tim Literasi Bidang Pengembangan SDM Provinsi Lampung yang menilai literasi harus dimaknai lebih luas, terutama di era digital saat ini.
"Perpustakaan kini tidak lagi hanya menjadi tempat membaca atau meminjam buku. Perpustakaan telah bertransformasi menjadi ruang kegiatan masyarakat yang mendorong pemberdayaan melalui program literasi berbasis inklusi sosial," ucar Yoga.
Yoga Pratama menjelaskan bahwa berbagai pihak kini aktif mendukung penyebaran bahan bacaan hingga ke tingkat komunitas. Buku tidak hanya disalurkan ke instansi pemerintahan atau perpustakaan daerah, tetapi juga kepada komunitas dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) agar akses bacaan semakin dekat dengan masyarakat.
"Distribusi buku juga disesuaikan dengan potensi wilayah. Misalnya, di daerah pesisir lebih banyak disediakan buku tentang pengolahan hasil laut, ekosistem pesisir, serta ekonomi nelayan agar masyarakat dapat langsung memanfaatkan pengetahuan tersebut." Kata Yoga.
Dengan pendekatan tersebut, literasi tidak hanya berhenti pada kegiatan membaca, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi daerah, meningkatkan keterampilan, serta memanfaatkan teknologi digital untuk mencari informasi yang relevan dengan kebutuhan mereka.