Humanis Urai Kemacetan Mudik/Balik, Ditlantas Polda Jabar Latih Personelnya

  • 05 Mar 2026 16:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat menyiapkan tim urai, untuk mengantisipasi kepadatan maupun kemacetan pada arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah mendatang. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Barat Kombes Pol. Raydian Kokrosono menjelaskan, tim urai ini bertugas untuk mencari sumber titik simpul kemacetan di jalur mudik dan balik.

Namun ada yang berbeda dari sebelumnya, pada arus mudik dan balik Operasi Ketupat Lodaya 2026 kali ini, tim urai mengedepankan humanis dalam melaksanakan tugasnya. Diberi nama tim urai Motor Senyum, menurut Dirlantas Polda Jawa Barat, tim ini beranggotakan bukan hanya Polwan, namun juga dari Kowad, Wara, dan Kowal.

“Untuk motor senyum di rest area KM 57, dari kami ada 20 personel dari Polda. Tapi di masing-masing rest area Polres itu ada minimal 10 rest area di tol, kemudian di Pospam di arteri itu juga ada tim urai, minimal 10,”jelas Raydian disela kegiatan Coaching Clinic Tim Urai dengan Motor Senyum di Gedung Ditlantas Polda Jawa Barat Kamis, 5 Maret 2026.

Dikatakannya juga, tim urai adalah tim yang diandalkan untuk memecah dan mencari sumber simpul kemacetan. Mengingat personel yang sudah diploting, belum dapat mengkover semua titik (blind spot) simpul atau penyebab kemacetan.

“Contoh misalnya di jalur yang sudah terploting ada mobil mogok, kemudian ada kendala. Tim ini yang kemudian bergerak, jadi mereka akan bergerak terus sampai titik yang ada kejadian (penyebab kemacetan), ini tugas tim urai di tengah problem yang kita temui nanti,”jelas dia.

Tim urai motor senyum ini menurut Raydian, bukan hanya mencari penyebab simpul kemacetan. Namun juga mereka nantinya melaksanakan tugas pada operasi Ketupat membutuhkan keahlian kesabaran.

Mereka juga membujuk dan mengarahkan masyarakat pengguna jalan serta menyampaikan berbagai informasi terkait kondisi kepadatan lalu lintas maupun lainnya. Tim urai motor senyum juga membantu masyarakat yang tengah kesulitan di perjalanan, diantaranya kendaraan yang mogok atau kehabisan BBM.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya tahun 2026 yang akan digelar selama dua pekan mulai dari tanggal 13 Maret nanti, tim urai akan menghadapi berbagai situasi dan kesabaran. Kita bekali Tim Urai kita dengan penyampaian informasi situasi dari kita, dan yang kedua, kita juga melatih public speaking dari narasumber yang mempuni yang sudah kita pilih. Kemudian yang ketiga, kita sampaikan atau kita beri bekal terkait masalah psikologi,” ungkapnya.

Dalam pelatihan tersebut, personel tim urai mendapatkan berbagai macam materi mulai dari psilogis hingga public speaking dari pakarnya. Pada kesempatan itu juga dilakukan simulasi, bagaimana petugas tim urai melakukan tugasnya.

Dengan adanya tim urai Motor Senyum ini, Raydian berharap permasalahan di jalan khususnya kepadatan arus lalulintas nantinya dapat teratasi oleh tim urai yang telah dibekali materi.

“Kendalanya memang sudah kita latihkan. Mudah-mudahan kendala itu bisa kita urai nanti pada saat pelaksanaan, bagaimana caranya mendekati masyarakat dengan humanis, dengan public speaking yang bagus. Kemudian mereka mengatasi psikologi dirinya sendiri juga, jadi mudah-mudahan bisa diterima oleh masyarakat dengan keberadaan kita di tengah-tengah kemacetan yang akan terjadi di operasi nanti,” ucap dia.

Rekomendasi Berita