ITB Hadirkan Listrik Tenaga Surya di Pulau Sangiang
- 10 Mar 2026 21:14 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Tim pengabdian masyarakat Himpunan Mahasiswa Elektroteknik Institut Teknologi Bandung (HME ITB) berkesempatan membantu warga Pulau Sangiang, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Yaitu dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Pengmas ini dilaksanakan oleh 13 anggota dari HME ITB yang dipimpin oleh Fahrian Maulana Fazry Nuriady sebagai project manager. Kegiatan bertajuk Energy Lab ini merupakan program pengmas yang dilaksanakan kembali setelah vakum beberapa tahun sejak pandemi Covid-19.
Program ini di inisiatif dari banyaknya penduduk Pulau Sangiang yang belum mendapatkan akses listrik. Meskipun Pulau Sangiang terkenal sebagai destinasi wisata, seperti snorkeling, budidaya penyu, penduduk setempat masih memiliki akses listrik terbatas. Warga hanya bisa mendapatkan akses listrik dari pukul 6 hingga 8 malam setiap harinya. Akses listrik tersebut juga hanya bisa didapatkan di satu titik daerah warga. Oleh karena itu, tim pengmas mengembangkan PLTS untuk mengatasi masalah ini.
PLTS bekerja dengan sistem off-grid, yakni instalasi pembangkit listrik yang tidak terhubung dengan jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Cara kerja dari PLTS, yakni panel surya pada PLTS mengambil cahaya matahari untuk mengecas baterai. Selanjutnya dengan menggunakan inverter, listrik yang dihasilkan bisa langsung dipakai oleh warga. PLTS dipasang di Balai Desa sehingga dekat dengan aktivitas masyarakat. PLTS yang dipasang memiliki kapasitas hingga 2,2 kWp.
Setelah pemasangan PLTS, tim pengmas turut memberikan workshop terkait PLTS yang telah dipasang. Tim pengmas memberikan edukasi terkait cara kerja dan cara merawat PLTS sehingga alat yang telah dipasang dapat awet dan berkelanjutan.
Pemasangan PLTS ini mendapat respons positif dari warga setempat. Sebelum menggunakan PLTS, warga Pulau Sangiang mengandalkan diesel sebagai sumber listrik penunjang kehidupan sehari-hari. Penggunaan diesel sebagai sumber listrik memerlukan dana yang tidak kecil mengingat pembelian menggunakan kapal yang membutuhkan biaya yang cukup besar.
Harapan masyarakat Pulau Sangiang adalah PLTS dapat bertahan terkhususnya dalam membantu aktivitas masyarakat dan pemanfaatan energi terbarukan. “Sebagai project manager, saya bersyukur pengmas dapat berjalan dengan lancar dan bisa membantu warga Pulau Sangiang terkhusus akses listrik. Harapannya, PLTS dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan baik,” Ucap Fahri, Selasa 10 Maret 2026.