Sering Buang Air Kecil? Kenali Penyebab dan Tandanya

  • 13 Mar 2026 16:01 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sering bolak-balik ke kamar mandi atau buang air kecil lebih dari 7–8 kali sehari tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan banyak minum. Kondisi yang kerap disebut beser ini dapat menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan tertentu yang perlu dikenali sejak dini.

Mengutip dari laman aido, penyebab yang paling umum adalah infeksi saluran kemih (ISK). Gejalanya antara lain rasa perih saat buang air kecil, sensasi ingin berkemih terus-menerus, serta urin yang keluar dalam jumlah sedikit.

Selain ISK, frekuensi buang air kecil yang meningkat juga dapat berkaitan dengan diabetes. Pada kondisi ini, tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan gula melalui urin sehingga penderitanya lebih sering berkemih dan biasanya disertai rasa haus berlebihan.

Faktor lain yang kerap memicu kondisi serupa adalah kandung kemih overaktif. Pada gangguan ini, kandung kemih menjadi sangat sensitif terhadap volume urin yang masih sedikit sehingga muncul dorongan berkemih secara tiba-tiba.

Konsumsi kafein dan alkohol juga diketahui dapat merangsang aktivitas kandung kemih sehingga mempercepat keinginan untuk buang air kecil.

Pada ibu hamil, peningkatan frekuensi berkemih merupakan kondisi yang umum terjadi. Pembesaran rahim memberi tekanan pada kandung kemih sehingga kapasitas penampungan urin menjadi berkurang.

Sementara itu, pada pria, pembesaran prostat dapat menghambat aliran urin dan menimbulkan rasa tidak tuntas saat berkemih, yang memicu keinginan untuk kembali ke toilet. Batu ginjal juga dapat menjadi penyebab, biasanya disertai nyeri pada perut atau pinggang.

Obat-obatan tertentu, terutama diuretik, turut berperan dalam meningkatkan produksi urin karena memang dirancang untuk membantu tubuh mengeluarkan kelebihan cairan.

Jika frekuensi buang air kecil meningkat disertai nyeri, demam, atau perubahan warna urin, pemeriksaan medis dianjurkan untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Rekomendasi Berita