Pemprov Minta Pengawasan Olahan Pangan MBG Diperketat

  • 16 Feb 2026 05:55 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Meski sudah melampaui target untuk berdirinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat dan di Kabupaten Garut khususnya,namun masih banyak siswa hingga ibu hamil dan ibu menyusui yang belum terlayani program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Bidang Komsumsi dan Pengembangan SDM Dinas Ketahanan Pangan Jawa Barat, Adji Sumarwan mengatakan, pemerintah terus berupaya dalam mendukung MBG tersebut.

Ia menyampaikan, saat ini di Jawa Barat dari target 4600 SPPG kini sudah melampaui sebanyak 4700 an SPPG yang sudah berdiri. "Di jawa barat sudah diatas 100 persen melampaui targetnya. Demikian juga di kabupaten garut dari 396 SPPG yang ditargetkan kini sudah mencapai 411 unit SPPG,"katanya disela launching SPPG di Karangpawitan Garut, Minggu, 15 Febuari 2026.

Ia mengatakan, dengan hadirnya SPPG Sindanggalih di Kecamatan Karangpawitan Garut yang menjadi proyek percontohan bagi SPPG lainnya, diharapkan bisa mengakselerasi percepatan pembangunan di Kabupaten Garut khususnya."Kami berharap dengan banyak didirikannya SPPG hal ini bisa mempercepat akselerasi pembangunan dalam mendukung program pemerintah pusat,"katanya.

Ia mengatakan, secara tehnis dan prosedural SPPG Sindanggalih milik Yayasan Rafifa Gunawan tersebut sudah memenuhi standar."Jika melihat fasilitas yang ada mudah-mudahan bisa memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh BGN,"ujarnya.

Ia menyampaikan, namun yang terpenting adalah asfek pengawasan baik secara kuantitas maupun kualitasnya harus tetap dijaga teemasuk pengawasan dari kualitas pangannya."Pengawaaan kualitas pangannya harus tetap dijaga dan diawasi secara ketat,"katanya.

Menurutnya, dari mulai pengolahan makananan dari dapur hingga alur distribusi ketitik serah di masing-masing sekolah yang menjadi tujuan harus teoat waktu tidak boleh melebihi waktu yang tekah ditentukan."Ketapatan waktu alur distribusi ini sangat penting untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan seperti peristiwa keracunan makanan,"ujarnya.

Dengan dilaunchingnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindanggalih Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, sekaligus menjadi proyek percontohan (Pilot Proyek) bagi SPPG yang ada diwilayah setempat. Ketua Yayasan Rapifa Putra Gunawan sekaligus pemilik SPPG Sindanggalih, Ega Gunawan mengatakan, SPPG miliknya sudah terdaftar san terverifikasi di Badan Gizi Nasional (BGN) dan siap dioperasionalkan pada bulan ramadan mendatang.

"Seluruh persyaratan tehnis dan pemberkasan administrasi sudah ditempuh termasuk fasilitas pendukung lainnya.Selain itu juga SPPG kami bisa menjadi pilot proyek bahwa ada SPPG yang cukup luas dan bisa dikenal oleh masyarakat khususnya diwilayah Karangpawitan,"ujarnya.

Rekomendasi Berita