Digratiskan, Bandung Zoo Picu Lonjakan Pengunjung
- 04 Jan 2026 15:37 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Kebijakan pembukaan gratis Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) memicu lonjakan kunjungan wisatawan secara signifikan. Sejak pagi hari, ribuan warga dari berbagai daerah memadati kawasan kebun binatang yang berada di jantung Kota Bandung tersebut, memanfaatkan momentum libur panjang sekolah serta awal tahun 2026.
Antrean panjang pengunjung terlihat mengular di pintu masuk utama Bandung Zoo. Tingginya animo masyarakat menandai besarnya minat terhadap ruang rekreasi publik yang kini dapat diakses tanpa pungutan tiket masuk. Kondisi ini bahkan sudah terjadi sejak masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Lonjakan jumlah pengunjung tersebut berdampak langsung pada peningkatan pengamanan di dalam kawasan. Pengelola Bandung Zoo bekerja sama dengan aparat kepolisian dan Satpol PP menyiagakan personel di berbagai titik, baik di dalam maupun di luar area kebun binatang. Pengawasan diperketat terutama di sekitar kandang satwa, jalur sirkulasi pengunjung, serta titik-titik yang rawan terjadi penumpukan massa.
Humas Bandung Zoo, Aan Sulhan Syafi, membenarkan adanya lonjakan pengunjung yang cukup drastis. Ia menyebutkan, rata-rata kunjungan harian selama masa libur mencapai sekitar 10 ribu orang.
Baca juga:Diky Gercep Tindaklanjuti Resto Pekerjakan Pria Saat Jumatan
“Sejak libur Natal dan Tahun Baru, kunjungan memang meningkat signifikan. Rata-rata per hari bisa mencapai 10 ribu pengunjung,” ujar Sulhan, Minggu (4/1/2026).
Menurut Sulhan, peningkatan jumlah pengunjung ini merupakan dampak langsung dari kebijakan Pemerintah Kota Bandung yang menetapkan Bandung Zoo sebagai RTH yang dapat dikunjungi masyarakat secara gratis. Meski demikian, pihak pengelola tetap membuka ruang donasi sukarela bagi pengunjung untuk mendukung kebutuhan pakan serta perawatan satwa.
“Saat ini pengunjung memang kami bebaskan masuk tanpa tiket, sesuai kebijakan yang berlaku. Namun kami tetap membuka donasi sukarela untuk pakan dan perawatan satwa. Donasi ini tidak bersifat wajib dan tidak menggantikan sistem tiket,” jelasnya.
Untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, serta kesejahteraan satwa, pengelola mengerahkan sebanyak 127 karyawan yang disiagakan di berbagai titik strategis. Sejumlah aktivitas interaksi langsung dengan satwa, khususnya pemberian pakan oleh pengunjung, sementara waktu dihentikan guna memudahkan pengendalian situasi dan mencegah risiko yang tidak diinginkan.
“Pengamanan dan pengawasan kami perketat. Sebanyak 127 karyawan kami siagakan, terutama di area kandang satwa. Aktivitas pemberian pakan sementara kami tutup agar pengawasan lebih mudah dan kondisi tetap terkendali,” ucap Sulhan.
Saat ini, aktivitas yang masih diizinkan bagi pengunjung terbatas pada atraksi satwa yang telah dijadwalkan serta kegiatan berkeliling dan rekreasi keluarga di dalam kawasan kebun binatang. Melihat tingginya antusiasme masyarakat, pengelola berharap segera dibentuk tim pengelola sementara.
Langkah tersebut dinilai penting agar sistem pengelolaan dapat berjalan lebih optimal, termasuk kemungkinan pemberlakuan kembali tiket masuk dengan harga terjangkau, pengendalian jumlah pengunjung, serta menjamin keberlangsungan operasional dan kesejahteraan satwa secara berkelanjutan.
“Ke depan, kami berharap ada pengelolaan sementara sehingga penjualan tiket bisa diberlakukan kembali dan jumlah pengunjung lebih terkontrol,” tambahnya.
Sementara itu, kebijakan gratis ini disambut positif oleh masyarakat. Salah seorang pengunjung asal Kota Bandung, Ardi, mengaku rela mengantre sejak pagi demi mengisi waktu liburan anak-anaknya.
“Kita datang dari pagi karena mumpung libur dan masuknya gratis. Anak-anak senang, walaupun harus antre cukup lama,” ujar Ardi saat ditemui di sela antrean, Minggu (4/1/2026).
Ia mengungkapkan informasi mengenai pembukaan gratis Bandung Zoo diperoleh dari media sosial, sehingga memutuskan datang bersama keluarga meskipun harus berdesakan akibat membludaknya pengunjung.
“Informasinya dapat dari media sosial. Harapannya ke depan Bandung Zoo tetap bisa dibuka untuk umum, tapi dengan tiket yang terjangkau,” katanya.
Di tengah antusiasme pengunjung, perhatian juga tertuju pada kondisi satwa. Sejumlah pengunjung menunjukkan kepedulian dengan memberikan donasi sukarela, baik berupa uang maupun bahan makanan seperti sayuran, yang disalurkan melalui boks donasi yang tersedia di area kebun binatang.
“Soal satwa, banyak juga pengunjung yang peduli. Saya lihat ada yang donasi uang dan ada juga yang membawa sayuran untuk pakan,” tandasnya.