Pesona Wisata dan Sejarah Ciwidey yang Menawan
- 03 Mar 2026 18:33 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Ciwidey merupakan salah satu kawasan wisata alam unggulan di Kabupaten Bandung yang terkenal dengan udara sejuk dan pemandangan hijau yang memanjakan mata. Berada di kaki Gunung Patuha, kawasan ini selalu menjadi pilihan wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.
Melansir dari disparbud.jabarprov.go.id, Selasa, 3 Maret 2026, salah satu ikon wisata Ciwidey adalah Kawah Putih yang memiliki danau berwarna putih kehijauan akibat kandungan belerang. Tempat ini terbentuk dari letusan Gunung Patuha pada abad ke-10 dan mulai dikenal luas setelah ditemukan kembali oleh ahli botani asal Jerman pada abad ke-19.
Selain Kawah Putih, ada pula Situ Patenggang yang menawarkan panorama danau alami dengan latar perbukitan teh. Konon, danau ini memiliki legenda cinta antara Ki Santang dan Dewi Rengganis yang hingga kini masih diceritakan masyarakat setempat.
Wisatawan juga dapat berkunjung ke Ranca Upas yang terkenal sebagai bumi perkemahan dan penangkaran rusa. Dahulu kawasan ini merupakan bagian dari hutan lindung yang kemudian dikembangkan menjadi tempat wisata edukasi dan konservasi.
Sejarah Ciwidey juga erat kaitannya dengan perkebunan teh peninggalan masa kolonial Belanda. Perkebunan teh di kawasan Rancabali menjadi saksi berkembangnya sektor agrikultur sejak abad ke-19 hingga kini.
Nama Ciwidey sendiri berasal dari bahasa Sunda, yaitu “ci” yang berarti air dan “widey” yang merujuk pada tanaman tertentu. Hal ini menggambarkan kondisi alam Ciwidey yang kaya akan sumber air dan vegetasi hijau.
Selain wisata alam, Ciwidey juga memiliki pemandian air panas alami yang dipercaya dapat menyegarkan tubuh. Sumber air panas ini berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Patuha yang masih aktif hingga sekarang.
Dengan perpaduan keindahan alam dan nilai sejarah yang kuat, Ciwidey terus berkembang sebagai destinasi wisata favorit di Jawa Barat. Keasrian lingkungan serta cerita masa lalu yang menyertainya menjadikan Ciwidey bukan hanya tempat berlibur, tetapi juga sarana mengenal sejarah dan budaya daerah.