Rumah Lanting Muara Mantuil, Warisan Budaya Seribu Sungai

  • 15 Okt 2025 22:01 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Banjarmasin dikenal sebagai “Kota Seribu Sungai” karena kondisi geografisnya yang dikelilingi oleh aliran sungai besar maupun kecil. Salah satu warisan budaya khas yang perlu dijaga kelestariannya ialah rumah lanting yang terdapat di Muara Mantuil.

Rumah lanting merupakan hunian terapung yang berdiri di atas air dengan pondasi terbuat dari batang kayu besar atau bambu yang diikat kuat menyerupai rakit. Rata-rata rumah ini berukuran panjang sekitar lima meter dan lebar tiga meter, dengan bentuk menyerupai rumah darat namun lebih kecil dan sederhana.

Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, rumah lanting juga menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat sekitar. Aktivitas jual beli dilakukan di atas sungai dengan menggunakan perahu tradisional seperti jukung (perahu dayung) dan kelotok (perahu bermesin kecil), yang mencerminkan eratnya hubungan warga dengan kehidupan sungai sebagai urat nadi perekonomian.

Meskipun menjadi simbol penting identitas budaya Suku Banjar, keberadaan rumah lanting kini semakin terancam punah. Urbanisasi, kerusakan lingkungan, serta perubahan gaya hidup masyarakat menjadi penyebab utama berkurangnya jumlah rumah lanting dari waktu ke waktu.

Berdasarkan data satudata.banjarmasinkota.go.id, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Banjarmasin mencatat bahwa pada tahun 2023 hanya tersisa sekitar 23 rumah lanting di seluruh wilayah kota. Angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan setiap tahunnya dan menjadi peringatan penting akan perlunya upaya pelestarian yang lebih serius terhadap warisan budaya khas seribu sungai.

Rekomendasi Berita