Madihin “Palui Jaga Malam” Hidupkan Tradisi Ramadan
- 04 Mar 2026 07:41 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Tradisi lisan khas Banjar kembali diangkat dalam program Ragam Budaya Madihin Syair Bakesah Pro 4 RRI Banjarmasin bertema “Palui Jaga Malam Bulan Puasa”, Selasa, 3 Maret 2026. Budayawan Banjar, H. Anang Syahrani, mengulas makna humor dan pesan moral dalam kisah Palui sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Banjar pada bulan Ramadan.
“Madihin bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan media penyampaian nilai sosial dan pendidikan yang telah hidup lama di tengah Masyarakat,” ujarnya. "Melalui syair yang disampaikan secara spontan dan penuh humor, madihin mampu menyampaikan kritik sosial serta nasihat kehidupan tanpa terasa menggurui.”
Menurutnya, tokoh Palui dikenal luas sebagai figur jenaka dalam sastra Banjar yang merepresentasikan kehidupan sehari-hari masyarakat. Kisah “Palui Jaga Malam Bulan Puasa” menggambarkan aktivitas warga saat Ramadan, mulai dari ronda malam, membangunkan sahur, hingga dinamika kebersamaan di lingkungan kampung yang dibalut cerita lucu namun sarat makna.
H. Anang Syahrani menambahkan, humor dalam madihin menjadi cara efektif untuk menyampaikan pesan dakwah dan nilai kebersamaan. Cerita-cerita Palui mengajak masyarakat bercermin terhadap kebiasaan sehari-hari, seperti semangat beribadah, tanggung jawab sosial, serta pentingnya menjaga tradisi gotong royong selama bulan suci.
Ia berharap seni madihin terus dikenal generasi muda sebagai identitas budaya Banjar yang tetap relevan di era modern. Selain menjadi hiburan, madihin juga berperan sebagai ruang refleksi budaya yang memperkuat nilai kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Banjar, khususnya dalam suasana Ramadan.