Sekolah Rakyat Merdeka Dorong Literasi Anak Marjinal Kalsel
- 09 Mar 2026 13:39 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Komunitas Sekolah Rakyat Merdeka hadir sebagai ruang belajar alternatif bagi anak-anak marjinal di Kalimantan Selatan dengan fokus pada pengembangan literasi. Komunitas ini lahir dari kepedulian sejumlah anak muda terhadap masih terbatasnya akses pendidikan dan kegiatan literasi bagi anak-anak di ruang publik.
Pembahasan mengenai gerakan literasi ini disampaikan dalam dialog Community Talk di kanal YouTube RRI Pro 2 Banjarmasin pada Minggu, 8 Maret 2026, yang menghadirkan Nadia Aurisma, Putri Febriana, serta Koordinator PSDM Sekolah Rakyat Merdeka Banjarbaru, M. Ridho Akbar Nugroho. Dalam kesempatan tersebut, mereka juga mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi mendukung pengembangan pendidikan dan literasi bagi anak-anak di daerah.
Sekolah Rakyat Merdeka mulai bergerak sejak 2021 dan dibangun secara mandiri oleh para relawan. Koordinator Sekolah Rakyat Merdeka Banjarmasin, Nadia Aurisma, menjelaskan bahwa komunitas ini berbeda dengan program pendidikan yang dijalankan pemerintah karena hadir sebagai gerakan sosial berbasis kerelawanan.
“Sekolah Rakyat Merdeka terbentuk atas keresahan pada 2021, karena masih sangat sedikit komunitas yang bergerak di bidang pendidikan khususnya literasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, komunitas ini pertama kali dibentuk di Banjarbaru sebelum kemudian berkembang ke daerah lain, termasuk Banjarmasin. Jadi dari awal foundernya itu sepakat dan mulai terbentuk di Banjarbaru dulu, baru pelan-pelan ada di wilayah lain seperti Banjarmasin.
Dalam pelaksanaannya, M. Ridho Akbar Nugroho menceritakan bahwa Sekolah Rakyat Merdeka menggelar kegiatan rutin mingguan berupa lapak baca di ruang publik. Di Banjarbaru, kegiatan biasanya dilaksanakan di depan Masjid Agung kawasan RTH Sakura, sementara di Banjarmasin digelar di taman bawah Jembatan Banua Anyar.
"Para relawan membawa buku dan perlengkapan belajar secara mandri menggunakan sepeda motor untuk kemudian dibagikan kepada anak-anak yang datang," ucap Ridho.
Anggota Sekolah Rakyat Merdeka Banjarbaru, Putri Febriana, menjelaskan bahwa kegiatan lapak baca tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menghadirkan berbagai metode pembelajaran kreatif.
“Dari lapak baca itu kita juga ada beberapa metode pembelajaran seperti calistung, mendongeng, hingga menggambar dan mewarnai,” ucapnya.
Selain kegiatan rutin, komunitas ini juga aktif menyelenggarakan berbagai program edukasi lainnya seperti seminar, kunjungan ke desa, hingga kegiatan literasi di sekolah-sekolah. Melalui berbagai kegiatan tersebut, Sekolah Rakyat Merdeka berharap literasi dan kesempatan pendidikan di Kalimantan Selatan dapat semakin merata, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan akses belajar di luar sekolah formal.