Peringatan Hari Rotasi Bumi, Begini Sejarahnya

  • 07 Jan 2026 07:49 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Hari Rotasi Bumi atau Earth’s Rotation Day diperingati setiap tanggal 8 Januari. Peringatan ini menandai penemuan penting bahwa Bumi berotasi pada porosnya dalam kurun waktu sekitar 24 jam.

Hari Rotasi Bumi juga menjadi momentum untuk mengenang fisikawan asal Prancis, Léon Foucault. Ia dikenal sebagai ilmuwan yang pertama kali membuktikan secara terbuka bahwa Bumi berputar pada porosnya melalui eksperimen ilmiah yang inovatif.

Mengutip National Today, pada tahun 1851 Léon Foucault mendemonstrasikan rotasi Bumi menggunakan alat yang kini dikenal sebagai Pendulum Foucault. Dalam percobaannya, Foucault menunjukkan bahwa bidang ayunan pendulum berubah seiring dengan rotasi Bumi.

Eksperimen tersebut dilakukan di Panthéon, Paris, dengan menggantungkan bola kuningan berisi timbal menggunakan kawat panjang. Hasilnya memperlihatkan bahwa arah ayunan pendulum berputar relatif terhadap permukaan Bumi, menjadi bukti nyata bahwa planet ini berotasi.

Poros Bumi merupakan garis imajiner yang membentang dari Kutub Utara hingga Kutub Selatan. Rotasi Bumi pada poros inilah yang menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam, sekaligus menjadi dasar pembagian waktu menjadi 24 jam dalam satu hari.

Selain berotasi, Bumi juga bergerak mengelilingi Matahari dalam waktu sekitar 365 hari. Peredaran tersebut menjadi dasar penentuan satu tahun dalam sistem kalender yang digunakan manusia hingga saat ini.

Hari Rotasi Bumi diperingati sebagai penghormatan atas demonstrasi ilmiah tersebut dan kontribusi Foucault bagi ilmu pengetahuan. Momentum ini juga menjadi ajakan untuk meningkatkan literasi sains serta memahami pentingnya penemuan ilmiah dalam kehidupan manusia.

Rekomendasi Berita