SPATIAL-LEX Antarkan Mahasiswa ULM Juara Nasional
- 23 Jan 2026 10:26 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Karya bertajuk SPATIAL-LEX menjadi sorotan dalam ajang Lawphoria 2026 setelah mengantarkan tim mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) meraih Juara II kompetisi esai tingkat nasional. Gagasan tersebut menawarkan model transformasi hukum lingkungan berbasis analisis spasial untuk merespons persoalan deforestasi dan banjir di Indonesia.
SPATIAL-LEX dirancang sebagai pendekatan lintas disiplin yang mengintegrasikan keilmuan statistika, teknik lingkungan, dan kehutanan. Melalui pemanfaatan data spasial, model ini diharapkan dapat mendukung perumusan hingga evaluasi kebijakan hukum lingkungan yang lebih berbasis data dan kondisi riil di lapangan.
Muhammad Naufal menyebutkan bahwa karya tersebut lahir dari keinginan menghadirkan solusi yang aplikatif dan tidak berhenti pada tataran konsep semata. Melalui pendekatan berbasis analisis spasial, SPATIAL-LEX dirancang untuk memberikan kontribusi nyata dalam penanganan persoalan deforestasi dan banjir di Indonesia.
“Kami membuat SPATIAL-LEX sebagai analisis berbasis spasial untuk membantu menyelesaikan permasalahan deforestasi dan banjir di Indonesia,” ujarnya, Kamis, 22 Januari 2026.
Tim ULM terdiri atas tiga mahasiswa lintas program studi, yakni Muhammad Naufal dari Teknik Lingkungan, Muhammad Ihsan dari Kehutanan, serta Ahmad Helmi Yasir dari Statistika. Kolaborasi lintas keilmuan tersebut menjadi kekuatan utama dalam menyusun gagasan yang komprehensif dan relevan dengan isu lingkungan nasional.
Muhammad Ihsan menjelaskan bahwa SPATIAL-LEX tidak hanya menyoroti aspek teknis lingkungan, tetapi juga menempatkan hukum sebagai instrumen penting berbasis data. Menurutnya, model ini diharapkan dapat membantu proses perumusan dan evaluasi regulasi lingkungan agar lebih tepat sasaran.
“Harapannya, model ini dapat digunakan dalam penyusunan kebijakan lingkungan di Indonesia,” katanya.
Capaian tersebut terasa semakin istimewa karena proses persiapan yang relatif singkat. Ahmad Helmi Yasir mengungkapkan bahwa tim hanya memiliki waktu sekitar empat hari untuk menyusun esai sejak mengetahui informasi lomba.
“Batas waktu sangat ketat, tetapi justru membangun kerja sama tim yang solid,” ujarnya.
Kompetisi Lawphoria 2026 diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada periode 12 Desember 2025 hingga 21 Januari 2026. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin mahasiswa ULM mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus menghadirkan gagasan inovatif bagi penyelesaian persoalan lingkungan di Indonesia.