Laboratorium Terpadu ULM Raih ISO 45001:2018
- 03 Feb 2026 18:11 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus memperkuat sistem penjaminan mutu dan keselamatan kerja setelah UPA Laboratorium Terpadu meraih sertifikasi ISO 45001:2018. Sertifikasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mitigasi risiko sekaligus mendukung upaya ULM menuju standar internasional.
Penyerahan sertifikat ISO dilakukan secara simbolis dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Implementasi K3 sebagai Instrumen Strategis Akselerasi Akreditasi Internasional Universitas Lambung Mangkurat. Kegiatan tersebut digelar pada Selasa, 3 Januari 2026, dalam rangka peringatan Bulan K3 Nasional.
Rektor ULM Prof. Dr. H. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., menegaskan bahwa sertifikasi ISO 45001:2018 bukan sekadar pemenuhan aspek administratif, melainkan bagian dari sistem pengendalian dan mitigasi risiko di lingkungan universitas. Menurutnya, standar tersebut memungkinkan setiap aktivitas akademik maupun nonakademik dipetakan potensi bahayanya sejak tahap perencanaan.
“Setiap aktivitas di ULM akan terpetakan risiko yang dihadapi saat pelaksanaan kerjanya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor ULM menyampaikan bahwa akreditasi dan sertifikasi merupakan bagian dari audit penjaminan mutu yang harus dikembangkan secara berkelanjutan. Ia berharap capaian UPA Laboratorium Terpadu dapat menjadi pemicu bagi unit kerja lain untuk lebih mengutamakan penerapan sistem mutu.
“Pencapaian ISO ini diharapkan menjadi motivasi bagi unit kerja lain,” kata Rektor ULM. “Kita perlu menetapkan target, misalnya berapa unit kerja yang dapat memperoleh sertifikasi ISO pada tahun berikutnya.”
Sementara itu, Kepala UPA Laboratorium Terpadu ULM, Dr. rer. nat. Liling Triyasmono, M.Sc., Apt., menyatakan bahwa penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja merupakan wujud nyata komitmen pimpinan universitas dalam mewujudkan ULM berstandar internasional.
“Jika dikerjakan secara bersama-sama, kami optimistis seluruh unit kerja di universitas dapat mencapai sertifikasi ISO 45001:2018,” ujarnya.
UPA Laboratorium Terpadu juga menegaskan perannya sebagai unit penunjang yang siap mendukung seluruh unit kerja di lingkungan ULM. Namun, dukungan tersebut memerlukan perencanaan serta komunikasi yang matang sejak tahap awal.
“Tugas kami adalah menjadi unit penunjang yang siap melayani, dengan catatan kami juga mendapatkan informasi sejak awal,” kata Dr. Liling.
Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran wakil rektor, pimpinan unit kerja, dan perwakilan lembaga sertifikasi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen ULM dalam memperkuat penerapan sistem penjaminan mutu dan keselamatan kerja di lingkungan universitas.