Dari Ngopi hingga Nasi Goreng, Sentra Kuliner RRI Banjarmasin Jadi Favorit Warga
- 06 Mar 2026 19:04 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Sore yang baru saja diguyur hujan di kawasan Jalan A.Yani Km 3,5 menghadirkan suasana berbeda di halaman Radio Republik Indonesia (RRI) Banjarmasin. Cahaya lampu-lampu lapak mulai dinyalakan, sementara aroma kopi, nasi goreng, sate, dan ayam goreng rempah menyatu dalam udara senja yang sejuk.
Tak hanya ramai saat Ramadan, sentra kuliner di halaman RRI ini ternyata telah menjadi ruang temu warga setiap hari. Sejak pukul 16.00 WITA hingga sekitar pukul 00.00 malam, para pedagang setia menemani suasana hati pengunjung dari yang sekadar menunggu waktu berbuka, berkumpul bersama keluarga, hingga melepas penat selepas bekerja.
Di salah satu sudut, sebuah mobil yang disulap menjadi lapak kopi tampak sibuk melayani pesanan. Bagasi belakangnya berubah menjadi meja racik sederhana. Asap tipis dari seduhan kopi hangat mengepul, mengundang siapa saja yang ingin menghangatkan diri.

“Bukan cuma Ramadan, setiap hari juga ramai. Biasanya anak muda datang malam hari, nongkrong sambil ngopi,” ujar Rahman, penjual kopi, Jumat 6 Maret 2026. Ia mengaku bersyukur karena tempat ini memberi ruang usaha yang stabil dan suasana yang nyaman.
Tak jauh dari sana, pedagang nasi goreng dengan kendaraan roda tiga yang dimodifikasi menjadi dapur berjalan terus mengaduk wajan besarnya. Denting spatula beradu dengan wajan menjadi irama khas yang akrab di telinga pengunjung.
“Dari sore sampai malam ada saja yang datang. Kadang keluarga, kadang mahasiswa. Alhamdulillah rezekinya lancar,” ucap Sayid sambil tersenyum.
Pilihan kuliner pun beragam. Pecinta gultik dapat menikmati sajian gulai sederhana yang gurih hingga Sate taican dengan sambal pedas menyengat juga menjadi favorit kalangan muda. Sementara angkringan menawarkan suasana santai dengan aneka lauk yang bersahabat di kantong.
Bagi pengunjung, tempat ini bukan sekadar lokasi makan. Andi, salah satu mahasiswa, menilai suasana di halaman RRI terasa berbeda. “Tempatnya strategis, parkirnya luas, dan buka sampai malam. Jadi mau datang sore atau habis Isya pun tetap bisa,” ujarnya.
Di bawah langit Banjarmasin yang perlahan menggelap, halaman RRI menjelma menjadi ruang kebersamaan yang hidup. Dari senja yang basah oleh hujan hingga larut malam yang hangat oleh tawa dan percakapan, sentra kuliner ini hadir bukan hanya sebagai tempat berjualan, tetapi sebagai denyut kecil kehidupan kota yang terus menyala.