Riam Hanai, Pesona Alam Loksado yang Menyegarkan Jiwa
- 31 Okt 2025 09:31 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Loksado: Pegunungan Meratus selalu menjanjikan keindahan yang memanjakan mata. Hamparan hijau hutan hujan tropis membentang luas, ditemani aliran Sungai Amandit yang jernih membelah Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Di antara keasrian alam itu, tersimpan permata tersembunyi bernama Air Terjun Riam Hanai, salah satu destinasi alam yang menenangkan sekaligus memukau. Air Terjun Riam Hanai terletak di Desa Lok Lahung, tidak jauh dari Balai Malaris, tempat masyarakat Dayak Loksado biasa menggelar Aruh Ganal, perayaan syukur panen padi.
Perjalanan menuju lokasi dari Balai Adat Malaris bisa ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak di tengah pepohonan rindang. Beberapa bagian jalur berupa bebatuan alami, menambah tantangan kecil yang justru menjadi pengalaman tersendiri bagi para pencinta alam.
Suara gemericik air dan kicau burung akan menyambut setiap langkah, seolah menjadi musik pengiring bagi para penjelajah yang ingin menyatu dengan alam. Saat musim hujan, pengunjung disarankan untuk lebih berhati-hati karena jalur menjadi licin. Namun justru pada saat itu pula, debit air Riam Hanai sedang deras-derasnya, menciptakan pemandangan spektakuler dengan kabut air yang menari di udara.

Deretan tenda penginapan di Desa Lok Lahung, Kecamatan Loksado, tampak berdiri rapi di tepi aliran sungai yang jernih.
Tak jauh dari air terjun, pengelola menyediakan penginapan sederhana berupa tenda-tenda wisata di tepi aliran anak sungai yang berasal langsung dari Riam Hanai. Suara gemericik air yang terus mengalun sepanjang malam memberi sensasi tenang bagi siapa pun yang bermalam di sana.
Fasilitasnya memang sederhana, namun bersih dan nyaman dengan harga yang terjangkau, cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Salah seorang pengunjung, Rika Amalia, wisatawan asal Banjarbaru, mengaku terpesona dengan keindahan Riam Hanai. “Saya sudah beberapa kali ke Loksado, tapi baru kali ini ke Riam Hanai. Tempatnya benar-benar indah dan masih alami. Suara air terjun dan udara sejuknya bikin betah, apalagi bisa menginap di tenda di pinggir sungai. Rasanya seperti kembali ke alam,” ujarnya sambil tersenyum, Jum'at (31/10/2025).

Nampak dari udara keindahan Desa Lok Lahung di Kecamatan Loksado, Hulu Sungai Selatan. Di antara rimbunnya hutan tropis dan aliran anak Sungai Amandit yang jernih, deretan tenda penginapan berdiri harmonis menyatu dengan alam, menawarkan suasana tenang bagi para wisatawan pencinta petualangan dan keasrian alam Meratus.
Sementara itu, Yusuf Maulana, pengunjung asal Banjarmasin, mengatakan bahwa pengalaman bermalam di tenda menjadi hal yang paling berkesan.
"Tidur sambil dengar suara air dan serangga malam itu luar biasa. Tenda-tendanya bersih, nyaman, dan harganya murah. Pagi harinya bisa langsung mandi di sungai yang airnya dingin dan segar banget,” ucapnya antusias.
Keindahan Riam Hanai dan alam Meratus mengajarkan satu hal, bahwa pesona sejati Indonesia tidak selalu berada di kota besar atau tempat mewah. Ia hidup di antara pepohonan, di tepi sungai, dan dalam keseimbangan masyarakat yang menghormati alamnya.
Menjaga dan mencintai wisata alam seperti Loksado berarti turut menjaga warisan keindahan bumi pertiwi, agar tetap lestari, alami, dan bisa dinikmati generasi mendatang.