Barongsai Meriahkan Imlek di Vihara Ananda Avalokitesvara
- 16 Feb 2026 14:44 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Pertunjukan barongsai dan liong rutin digelar setiap malam perayaan Tahun Baru Imlek di Vihara Ananda Avalokitesvara, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Atraksi tersebut menjadi tradisi tahunan yang selalu dinantikan masyarakat untuk memeriahkan suasana pergantian tahun baru Imlek. Kemeriahan pertunjukan tidak hanya dirasakan oleh umat yang beribadah, tetapi juga warga sekitar vihara. Dentuman musik pengiring, gerakan lincah barongsai, serta liukan liong mampu menarik perhatian masyarakat yang memadati area vihara.
Humas bidang atraksi barongsai Vihara Ananda Avalokitesvara, Andri Ayun, di Rangkasbitung, Senin 16 Februari 2026 mengatakan, pertunjukan ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. Menurutnya, atraksi tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga memiliki makna simbolis.
“Pertunjukan barongsai dan liong ini sudah menjadi tradisi setiap malam Tahun Baru Imlek. Selain untuk memeriahkan suasana, juga dipercaya membawa keberuntungan serta mengusir roh jahat,” ujar Andri Ayun.
Ia menjelaskan, tidak ada persiapan khusus menjelang malam puncak perayaan Imlek. Para pemain sudah terbiasa menjalani latihan rutin dua kali seminggu. “Tidak ada persiapan khusus. Anak-anak memang rutin berlatih seminggu dua kali, jadi saat tampil mereka sudah siap,” katanya.
Andri menyebutkan, sebagian besar pemain barongsai dan liong merupakan pelajar berusia 15 tahun ke atas. Meski masih duduk di bangku sekolah, mereka tetap konsisten berlatih dan menjaga kekompakan tim. “Pemain kami kebanyakan pelajar usia 15 tahun ke atas. Mereka tetap semangat latihan meskipun harus membagi waktu dengan sekolah,” katanya.
Selain atraksi barongsai, vihara juga memiliki atraksi liong yang selalu ditampilkan bersamaan. Kehadiran dua kesenian tersebut semakin menambah semarak perayaan Imlek di Rangkasbitung. Total pemain yang terlibat dalam kelompok barongsai dan liong Vihara Ananda Avalokitesvara berjumlah sekitar 25 orang. Mereka memiliki peran masing-masing, mulai dari pemain barongsai, pemain liong, hingga penabuh musik pengiring.
“Tiga barongsai yang kami miliki masing-masing dimainkan oleh dua orang. Jadi untuk barongsai saja sudah enam pemain, belum termasuk pemain liong dan tim musik,” ucap Andri.
Tidak hanya tampil saat malam Tahun Baru Imlek, kelompok barongsai dan liong vihara tersebut juga kerap mengisi berbagai kegiatan di luar vihara. Mereka sering diundang untuk tampil pada acara yang digelar Pemerintah Kabupaten Lebak hingga ke wilayah Tangerang. “Kami juga sering tampil di acara pemerintah Kabupaten Lebak, bahkan sampai ke Tangerang. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena bisa memperkenalkan kesenian barongsai dari Rangkasbitung,” ujarnya.
Menurut Andri, antusiasme masyarakat terhadap pertunjukan barongsai dan liong di Vihara Ananda Avalokitesvara selalu tinggi setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa kesenian tersebut telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari vihara dan masyarakat sekitar.
“Setiap tahun masyarakat selalu menantikan penampilan barongsai dan liong di sini. Kesenian ini sudah menjadi bagian dari Vihara Ananda Avalokitesvara dan warga Rangkasbitung,” ucapnya.