Perfilman Indonesia Masuki Masa Keemasan

  • 10 Mar 2026 10:15 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Industri perfilman Indonesia saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang signifikan. Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia, Naswardi, menyebut periode 2024 hingga 2025 sebagai masa keemasan perfilman nasional.

Menurut Naswardi, jumlah produksi film nasional kini bahkan melampaui jumlah film asing yang diputar di Indonesia. “Pada 2024 terdapat 285 film nasional yang diproduksi, sementara film asing yang tayang sekitar 283 judul,” ujarnya, Selasa, 10 Maret 2026.

Selain meningkatnya jumlah produksi, minat masyarakat terhadap film lokal juga terus bertambah. Data LSF menunjukkan bahwa pada tahun 2025 sekitar 80,2 juta penonton menyaksikan film nasional di bioskop.

Salah satu contoh keberhasilan film Indonesia adalah film animasi “Jumbo” yang berhasil meraih jumlah penonton tinggi. Film tersebut diklasifikasikan untuk semua umur sehingga dapat ditonton oleh seluruh anggota keluarga.

Naswardi menilai keberhasilan tersebut tidak hanya dipengaruhi kualitas cerita dan sinematografi, tetapi juga strategi penayangan yang tepat. Momentum libur panjang, seperti libur Lebaran, turut menjadi faktor penting dalam menarik minat penonton.

Naswardi berharap perkembangan positif ini dapat terus dijaga oleh para sineas dengan menghadirkan karya berkualitas. Dengan demikian film Indonesia tidak hanya sukses di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.

Rekomendasi Berita