Bagaimana Seorang Gamer Bagi Waktu untuk Hobi, Kerja, dan Keluarga?
- 28 Jan 2026 11:56 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Bagi sebagian orang, bermain gim masih sering dipandang sebagai aktivitas yang menghabiskan waktu. Padahal, bagi seorang gamer, gim bukan sekadar hiburan, melainkan hobi yang memberi ruang relaksasi, kreativitas, bahkan prestasi.
Aktivitas bermain gim pun kini tak lagi hanya dinikmati anak kecil, tetapi hingga menjangkau segala lini usia. Tak terkecuali bagi pekerja kantoran.
Baca juga: Dilema Gamer, Mending Rakit PC atau Beli Konsol?
Pekerja kantoran juga membutuhkan hiburan berupa game saat selesai bekerja agar tidak penat. Namun, sebagai pekerja harus professional bisa membagi waktu antara pekerjaan, hobi, dan keluarga.
Membagi tiga hal tersebut tidaklah mudah, Apalagi bagi yang menjalani hubungan Long Distance Marriage atau biasa disebut LDM.
Seorang gamer asal Jepara yang kini tengah merantau di Kota Serang, Yupa mengatakan, membagi waktu antara pekerjaan, hobi, dan keluarga cukup sulit karena harus menyesuaikan ketiga hal tersebut.
Baca juga: Perlukah Gamer Bermain Game dengan Frame Rate Tinggi?
“Waktu pagi sampai sore saya fokus bekerja, untuk bermain gim saya menyesuaikan keluarga saya sibuknya di waktu apa baru bisa main gim, tetapi ketika keluarga saya sudah luang barulah kami Video Call,” ucap Yupa kepada RRI, Rabu, 29 Januari 2026.
Yupa mengaku, alasan dirinya harus bermain game tidak hanya untuk menyalurkan hobi, tetapi juga agar silaturahmi dengan teman-teman yang ada di kampungnya tetap terjalin.
“Bagi saya, bermain gim bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga menjaga hubungan teman yang ada di kampung, kantor, maupun kantor lain” ucapnya.
Baca juga: Gim Silent Hill f Hadirkan Horor yang Lebih Mencekam
Yupa menegaskan, semuanya memilik prioritas dan porsi masing-masing tergantung perspektif dari tiap orang tersebut.
Dengan canggihnya teknologi sekarang rasa kangen akan LDM itu bisa teratasi dengan video call, rasa penat bisa hibur dengan bermain gim. Namun, sebagai pekerja yang professional tidak boleh melalaikan tanggung jawab dan kewajiban dalam pekerjaan.