Media Sosial Jadi Kunci Brand Awareness Bisnis Digital

  • 26 Feb 2026 09:37 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pemanfaatan media sosial menjadi kunci utama dalam membangun brand awareness di era digital, khususnya bagi pelaku usaha dan generasi muda yang ingin mengembangkan bisnis maupun personal branding. Hal tersebut disampaikan Instruktur Social Media Marketing BBPVP (Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas) Serang Reggy Putra Pratama Widika saat berbincang dalam siaran Pro 2 RRI Banten, Rabu, 25 Februari 2026.

Menurut Reggy, keberadaan media sosial saat ini tidak lagi bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Media sosial bahkan telah bertransformasi menjadi sumber utama pencarian informasi, menggantikan peran mesin pencari konvensional. “Sekarang orang mau cari apa pun, mulai dari resep makanan sampai kuliner yang sedang viral, kebanyakan lewat media sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bagi dunia usaha, kehadiran media sosial menjadi sebuah keharusan. Tanpa media sosial, sebuah brand diibaratkan seperti membuka toko di tengah hutan karena tidak memiliki jangkauan audiens yang luas. Dengan jumlah pengguna TikTok dan Instagram yang sangat besar, pelaku bisnis dituntut mampu memaksimalkan potensi tersebut untuk menjangkau konsumen.

Reggy menekankan, langkah awal yang harus dilakukan pelaku UMKM bukanlah langsung berjualan secara agresif, melainkan membangun brand awareness. Caranya dengan menghadirkan konten yang menarik, menghibur, dan edukatif. “Orang membuka media sosial untuk mengisi waktu luang. Maka konten yang disajikan harus memberi nilai, bukan langsung hard selling,” katanya.

Ia menambahkan, strategi konten yang efektif mengacu pada komposisi 80 persen konten berbasis nilai dan 20 persen konten promosi. Konten bernilai ini dapat berupa hiburan, edukasi, atau cerita yang relevan dengan keseharian audiens, sementara promosi dilakukan secara bertahap setelah brand mulai dikenal.

Dalam membangun brand awareness secara organik, Reggy merekomendasikan penggunaan platform TikTok karena algoritmanya memungkinkan konten mudah menjangkau audiens luas. Konten video berdurasi pendek dengan mengikuti tren dan sound viral dinilai lebih efektif menarik perhatian pengguna.

“Bikin konten yang jualan tapi tidak terasa jualan. Brand bisa dimunculkan lewat atribut atau cerita yang nyeleneh tapi relevan,” ucapnya. Strategi tersebut terbukti mampu memperluas jangkauan brand, bahkan menembus wilayah di luar daerah asal usaha.

Melalui pendekatan konten kreatif dan pemanfaatan media sosial secara optimal, Reggy berharap pelaku UMKM dan generasi muda dapat lebih percaya diri membangun brand mereka. Ia juga mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan literasi digital agar mampu bersaing dan bertahan di tengah dominasi ekonomi digital dan sektor informal saat ini.

Rekomendasi Berita