Empat Pilar Literasi Digital Jadi Kunci Etika Bermedia Sosial

  • 03 Mar 2026 13:13 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Literasi digital menjadi fondasi penting dalam membangun etika bermedia sosial, terutama di bulan Ramadan. Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Al-Khairiyah, Didda Rahayu Yuliana menjelaskan, ada empat pilar utama yang harus dipahami masyarakat, yakni cakap, aman, etika, dan budaya.

Menurutnya, cakap berarti mampu menggunakan media sosial dengan baik dan produktif. “Kalau bikin konten, buatlah yang mengedukasi. Gunakan YouTube, TikTok, atau Instagram untuk hal-hal yang membawa manfaat,” ujarnya, Selasa, 3 Maret 2026.

Pilar kedua adalah keamanan digital. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membagikan data pribadi. “Jangan sampai kita terlalu terbuka memberikan data apapun kepada akun yang tidak jelas. Kebocoran data itu nyata,” katanya.

Sementara aspek etika dinilai paling krusial. Menghindari ujaran kebencian dan komentar negatif menjadi bagian dari tanggung jawab pengguna. “Segala sesuatu yang kita keluarkan akan kembali ke kita. Jadi lebih aman tidak usah komentar kalau tidak bisa menahan diri,” ucapnya.

Pilar terakhir adalah budaya digital. Ia menilai identitas bangsa yang dikenal ramah harus tetap tercermin di ruang maya. Budaya literasi dan kebiasaan mencari sumber terpercaya menjadi bagian dari karakter digital yang perlu dibangun.

Didda berharap keempat pilar tersebut tidak hanya dihafal, tetapi diterapkan dalam keseharian, sehingga media sosial benar-benar menjadi ruang interaksi yang sehat dan beradab.

Rekomendasi Berita