Peran Keluarga Dinilai Krusial Bangun Budaya Digital Anak
- 03 Mar 2026 16:05 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Keluarga memiliki peran sentral dalam membangun budaya literasi digital yang sehat. Hal tersebut disampaikan oleh Praktisi IT sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Alkhairiyah Didda Rayahu, saat berbincang bersama Programa RRI Banten, Selasa, 3 Maret 2026.
Didda menyebut keluarga sebagai pendidikan pertama yang menentukan bagaimana anak menggunakan media sosial. Ia menilai, orang tua tidak bisa lepas tangan setelah memberikan gawai kepada anak.
“Jangan sampai kita memberikan handphone, tapi kita tidak membatasi dan tidak mengawasi penggunaannya,” ujarnya. Menurutnya, pembatasan waktu layar menjadi langkah konkret yang dapat diterapkan.
Ia bahkan mengaku membatasi penggunaan gawai anaknya hanya satu jam sehari untuk menjaga kualitas interaksi dan mencegah paparan konten negatif. Selain keluarga, institusi pendidikan juga berperan menanamkan pemahaman literasi digital yang komprehensif, bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mengolah serta mengembangkan informasi secara bijak.
Terkait maraknya hoaks, terutama isu agama di bulan Ramadan, ia menekankan pentingnya mencari sumber informasi yang legal dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kalau tidak yakin, lebih baik tidak usah di-share,” ujarnya.
Ia berharap Ramadan menjadi momentum bagi keluarga dan masyarakat untuk memperkuat kontrol diri dalam setiap perilaku, baik di kehidupan nyata maupun di ruang digital. Selain itu, ia mengajak agar media sosial dimanfaatkan sebagai sarana menebar kebaikan, empati, dan pesan-pesan positif kepada sesama.