Anak Muda di Banten Diajak Tetap Konsisten Jaga Iman
- 04 Mar 2026 08:50 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Cilegon - Memasuki pertengahan bulan Ramadan, fenomena menurunnya semangat beribadah atau "loyo di tengah jalan" kerap menjadi tantangan bagi banyak umat Muslim. Menanggapi hal tersebut, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Citangkil, Ihyaur Rizki Zamzami, membagikan tip menjaga spiritualitas agar tetap stabil hingga hari kemenangan tiba.
Ihya menekankan bahwa lingkungan memiliki peran krusial dalam membentuk grafik keimanan seseorang. Menurutnya, rasa malas yang muncul di pertengahan bulan puasa sering kali disebabkan oleh faktor psikologis dan sosial di sekitar kita.
"Jadi pas awal semangat, pas tengah-tengah lemas. Karena lingkungan kita juga mempengaruhi. Kalau di awal semangat, kita harus tetap semangat. Jangan mengikuti orang-orang yang tadinya semangat jadi lemas, kita ikut lemas," ujar Ihya ketika berdialog di RRI, Senin, 2 Maret 2026.
Ia menyarankan agar masyarakat, khususnya generasi muda, mulai mencari lingkaran pertemanan atau circle yang memiliki visi ibadah yang sama. Hal ini bertujuan agar energi positif dan semangat beribadah tetap terjaga melalui dukungan antarsesama.
Lebih lanjut, mahasiswa asal Cilegon ini menjelaskan bahwa alasan fisik seperti lemas saat berpuasa tidak seharusnya menjadi pembenar untuk meninggalkan kewajiban atau malas beribadah. Ia mengingatkan bahwa Ramadan adalah momentum "obral pahala" yang tidak datang setiap bulan.
"Allah itu suka dengan perkara ibadah yang sedikit tetapi dilakukan terus-menerus (konsisten), dibandingkan ibadahnya banyak sekaligus tapi besoknya lemas atau malas-malasan," katanya.
Ihya juga memberikan harapan bagi mereka yang merasa memiliki masa lalu kelam. Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, ia menegaskan bahwa barangsiapa yang berpuasa dengan dasar iman dan mengharap rida Allah, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni.
"Makanya Ramadan disebut bulan ampunan. Dosa sebelumnya diampuni jika kita sungguh-sungguh memperbaiki iman," ucapnya.