Quarter Life Crisis Kerap Muncul Menjelang Lebaran

  • 14 Mar 2026 15:29 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Fenomena quarter life crisis kerap dirasakan generasi muda menjelang Hari Raya Idulfitri, terutama ketika berkumpul bersama keluarga besar yang sering melontarkan pertanyaan mengenai pekerjaan, pernikahan, maupun pencapaian hidup. Hal tersebut disampaikan Konselor Aku Temanmu, Fita Berliana, dalam dialog Teman Ngabuburit bersama RRI Pro 2 Banten, Jumat, 13 Maret 2026.

Menurut Fita Berliana, kondisi tersebut umum terjadi pada rentang usia 20 hingga 35 tahun. Pada fase ini, seseorang biasanya sedang berada dalam proses menentukan arah hidup, mulai dari karier, pendidikan, hingga rencana berkeluarga.

Ia menjelaskan, quarter life crisis muncul ketika seseorang merasa bimbang terhadap berbagai pilihan hidup yang dihadapi, sementara lingkungan sosial memiliki ekspektasi tertentu terhadap pencapaian usia tersebut. “Quarter life crisis itu sangat umum terjadi pada usia 20 sampai 35 tahun karena di masa itu orang sering merasa bimbang dengan berbagai pilihan hidup yang ada,” ujarnya.

Fita mengatakan dalam masyarakat Indonesia terdapat semacam timeline sosial yang dianggap sebagai standar umum perjalanan hidup seseorang. Misalnya, usia kuliah, usia bekerja, hingga usia menikah.

Namun menurutnya, perubahan zaman membuat generasi muda tidak selalu mengikuti pola tersebut. Banyak faktor yang memengaruhi pilihan hidup generasi saat ini, termasuk kondisi ekonomi, perubahan sosial, maupun perkembangan dunia kerja. “Di masyarakat kita ada timeline sosial tentang kapan kuliah, kapan bekerja, kapan menikah, tetapi generasi sekarang tidak selalu mengikuti pola yang sama,” katanya.

Ia menambahkan, tekanan yang muncul biasanya bukan hanya berasal dari pertanyaan keluarga, tetapi juga dari perbandingan dengan teman sebaya di lingkungan sosial maupun media sosial.

Meski demikian, Fita menilai kondisi tersebut sebenarnya merupakan bagian normal dari proses perkembangan seseorang dalam menemukan jati diri. “Yang penting dipahami bahwa fase ini dialami banyak orang dan tidak perlu merasa sendirian ketika mengalaminya,” ucapnya.

Rekomendasi Berita